Outing Class Siswa SMP Negeri 8 Purwokerto Diprotes
Siswa SMP Negeri 8 Purwokerto mengambil jatah MBG. Outing class di sekolah ini diprotes orangtua dan wali murid karena secara biaya dianggap memberatkan.-YUDHA IMAN/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Outing class siswa SMP Negeri 8 Purwokerto yang direncanakan ke luar provinsi diprotes oleh orangtua dan wali murid.
Orangtua yang enggan namanya dikorankan mengatakan outing class pada masa ekonomi sulit seperti saat ini tidak perlu jauh-jauh sampai ke luar provinsi seperti Jakarta. Tema yang dipilih untuk memberikan pengalaman langsung untuk menumbuhkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter seyogyanya juga melihat kemampuan ekonomi orangtua dan wali murid.
"Cari uang sedang sulit ditambah membayar outing class," katanya.
Dirinya mengungkapkan biaya outing class yang harus dibayarkan sekitar Rp 1,4 juta per anak. Nominal sebesar itu tidak kecil bagi orangtua yang bekerja sebagai security dengan gaji UMR. Bisa dicicil pun bukan berarti tidak membebani.
BACA JUGA:Pembuatan KIA di Tambak Lebih Menyenangkan, Kemas sebagai Outing Class
"Kalau sekaligus dibayar uang darimana. Diangsur pun tetap jadi beban," keluhnya.
Kepala SMP Negeri 8 Purwokerto, Anton menyampaikan outing class ke luar provinsi tidak mungkin dilaksanakan tanpa adanya keinginan dari anak. Sebelum dieksekusi, dari biro perjalanan juga sudah bertemu orang tua dan wali murid secara langsung memaparkan. Disetujui atau tidak kembali ke orangtua dan wali murid.
"Yang protes ada, yang mendukung ada," katanya.
Merespon adanya dinamika di orangtua dan wali murid terkait outing class, kegiatan yang rencana dilaksanakan November mundur ke tahun depan. Pihaknya memahami kesulitan ekonomi banyak orangtua wali murid. Prinsipnya sekolah sebatas menjembatani.
BACA JUGA:Pemkab Kejar Serapan Fisik dan Keuangan
"Biayanya satu jutaan rupiah. Bagaimanapun sekolah mendengar suara orangtua dan wali murid," pungkas Anton. (yda)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

