Banner v.2

Pengeringan Saluran Irigasi di Tanjung Purwokerto, Kelurahan Belum Terima Surat Resmi

Pengeringan Saluran Irigasi di Tanjung Purwokerto, Kelurahan Belum Terima Surat Resmi

Kondisi saluran irigasi Wilayah Tanjung Purwokerto yang dihentikan dan terlihat fondasi yang mulai rusak dan terkikis (17/9).-PUISTIA PASHA/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Warga RT 5 RW 5 Kelurahan Tanjung, Purwokerto Selatan, keluhkan melihat sepanjang saluran irigasi di lingkungan mereka mendadak kering sejak 1 bulan terakhir. Aliran air yang biasanya lancar kini berhenti total. Dasar saluran terlihat jelas, dipenuhi lumpur, batu, dan sampah plastik yang sebelumnya terbawa arus.

Kondisi ini mengubah pemandangan sekitar. Saluran yang biasanya mengalir kini tampak kosong dan sedikit menimbulkan bau lumpur. Beberapa warga terlihat memperhatikan kondisi tersebut sambil bertanya-tanya penyebabnya.

Aminah (22), warga setempat, mengaku terkejut ketika pertama kali melihat air menghilang.

“Awalnya kaget karena tiba-tiba kering. Mungkin karena ada perbaikan batas saluran atau pembangunan, jadi ditutup sementara. Kalau tidak ada air, sampahnya jadi kelihatan semua,” ujarnya ( 17/9)

BACA JUGA:Lima Jaringan Irigasi Utama di Purbalingga Mulai Dilaksanakan, Atasi Persoalan Air Petani

Sejumlah warga lain memilih menunggu informasi resmi. Mereka khawatir jika kondisi ini terlalu lama, sampah yang menumpuk bisa menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu kenyamanan lingkungan.

Ketua RT 3 RW 5, Andri, mengatakan pihaknya belum mendapat penjelasan detail. “Aliran saluran irigasi terhenti itu Dinas Pengairan yang tahu sebabnya. Kami hanya bisa meneruskan informasi dari warga sambil menunggu penjelasan resmi,” katanya (17/9).

Lurah Tanjung, Iwan Suteja, menjelaskan bahwa pengeringan kemungkinan terkait perawatan irigasi.

“Informasi sementara memang ada pengeringan dari Dinas PU Provinsi Jateng. Surat resmi ke Kelurahan Tanjung belum ada. Secara resmi kami masih mencari informasi lebih lanjut,” jelasnya (17/9).

BACA JUGA:Balita 2 Tahun Meninggal Terbawa Arus Saluran Irigasi di Mujur Lor, Cilacap

“Kalau air tidak mengalir kemungkinan karena pintu air di atas ditutup, sebab Agustus–September semestinya memang ada jadwal perbaikan irigasi,” tambahnya.

Pantauan di lapangan juga menunjukkan adanya bekas cor pasak dan perkuatan dinding yang tampak baru. Warga berharap jika pengeringan selesai, saluran dibersihkan terlebih dahulu sebelum air kembali dialirkan, sehingga lingkungan tetap nyaman bagi warga sekitar. (sha)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: