Banner v.2

Optimalisasi PAD Jadi Jurus Pemkab Banyumas Hadapi Pemangkasan TKD

Optimalisasi PAD Jadi Jurus Pemkab Banyumas Hadapi Pemangkasan TKD

PIMPIN. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat memimpin coffe morning Forkompinda. -JUNI R/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan, tahun 2025 dana transfer ke daerah atau TKD dipotong Rp 50 triliun, pemotongan tersebut berimbas pada seluruh daerah di Indonesia termasuk Kabupaten Banyumas. Pemotongan TKD juga bakal kembali dilakukan di tahun 2026 dengan nominal yang lebih besar, menganggapi hal itu Pemkab Banyumas bakal mengoptimalkan seluruh sumber-sumber pendapatan asli daerah yang ada. 

"Tahun 2025 itu transfer daerah kan 50 triliun, iya dipotong Rp 50 triliun. Kalau tidak salah Kabupaten Banyumas kena imbasnya kepotong Rp 34 miliar dari Rp 50 triliun itu kan dibagi seluruh Indonesia. Tahun 2026  pak presiden, mau memotong lagi menjadi Rp 300 triliun atau 6 kali lipat," kata Bupati usai Coffe Morning dengan Forkompinda pada Rabu 10 September 2025 di ruang Joko Kaiman.

Sadewo menjelaskan, pemotongan TKD tersebut tentunya bakal mempunyai dampak yang signifikan bagi seluruh pemerintah daerah. Meski begitu, pihaknya sudah menyiapkan beberapa skema diantaranya adalah fokus kepada peningkatan pendapatan asli daerah. 

"Dalam situasi seperti ini kemudian bagaimana meningkatkan PAD, alhamdulillah ada kesepakatan di Kabupaten Banyumas tidak akan menaikkan NJOP, PBB. Saya mencari inovasi-inovasi yang lain," jelasnya. 

BACA JUGA:Pemkab Kebumen Dorong Generasi Cerdas Finansial

Inovasi pertama ia sebut, adalah membenahi dan melakukan optimalisasi sektor parkir. Salah satunya melalui penerapan aplikasi dalam penarikan retribusi parkir. 

"Contoh parkir ya, lagi saya tingkatkan pelan-pelan ini dalam waktu dekat sebagai trial mungkin di Alun-alun  Pureokerto dulu, aplikasinya sudah siap," jelasnya. 

Ia menjelaskan, untuk aplikasi parkir bentuknya open source atau sesuai dengan kebutuhan. 

"Nanti misalkan kerja sama dengan BNI  biayanya dari BNI atau kerja sama dengan Mandiri biaya dari Mandiri," tuturnya. 

BACA JUGA:Pemkab Cilacap Targetkan Pemasangan 42.900 Lampu Penerangan Jalan

Lainnya, untuk sumber pendapatan asli daerah dari sektor wisata juga akan dioptimalkan. Saat ini Baturraden sudah ditarik keluar pengelolaanya oleh BLUD. 

"Kemudian saya sudah bawa investor investornya dari Taman Safari. Kelihatannya tertarik," jelasnya. 

Ia menyakini, Baturraden mempunyai potensi yang sangat besar untuk berkontribusi dalam peningkatan PAD. 

"Kalau baturaden dikelola oleh orang-orang profesional, saya punya keyakinan bisa menghasilkan (PAD) lebih tinggi," tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: