Beras Keluarga Sejahtera di Purbalingga Masih Dibagi Rata
Warga Tak Mampu Tidak Terdata
PURBALINGGA - Beras keluarga sejahtera (rastra) sudah mulai didistribusikan. Namun masih ditemukan calon penerima yang layak menerima tapi tidak masuk daftar dan masih dilakukan pembagian beras yang disamaratakan (bagi rata).
GIGIT JARI Salah satu warga kurang mampu tidak masuk daftar penerima. (AMARULLAH NURCAHYORADARMAS)
Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Purbalingga Daryanto mengatakan, data yang diverifikasi belum mengakomodir semua karena masih ada aturan dalam pedoman umum jika penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) tidak boleh dicoret dari penerima rastra.
“Terus terang, selain rastra bagi rata masih ada yang seharusnya berhak menerima namun kelewat dan tidak bisa menikmati rastra sesuai aturan,” katanya, Rabu (3/5).
Menurutnya, hasil musyawarah desa/kelurahan tidak menjamin semua tertampung dalam daftar penerima manfaat rastra. Selain masih ada penerima PKH yang tidak boleh dicoret, data tergantung petugas yang memverifikasi di lapangan.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Lambur Kecamatan Mrebet, Suwanto mengaku, di desanya masih ada beberapa warga yang seharusnya berhak menerima namun tidak terdata. Saat musdes diduga data sudah jadi dan tidak dicek lagi.
“Kasihan ada yang rumahnya tidak layak, miskin dan buruh, justru terlewat tidak masuk daftar penerima manfaat. Selain itu ada warga difabel juga tidak menerima. Ini tidak adil karena masih ada warga atau penerima yang sekarang dinilai mampu secara ekonomi justru menerima rastra,” paparnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Purbalingga Sediyono mengatakan, hanya sebagai pelaksana dan pemberi surat pelaksanaan distribusi kepada Bulog. Menurutnya, data yang sudah masuk melalui verifikasi dan validasi terakhir dijadikan patokan.
“Kami tahunya data sudah melalui verifikasi dan validasi, karena desa sudah diminta musdes dan melaporkannya kembali kepada dinas dan akan masuk daftar penerima manfaat rastra. Selain itu, data yang masuk juga merupakan sumber data awal dari pendataan BPS,” tuturnya. (amr/sus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
