Dua Bulan Jalan Menuju Jembatan Kali Kuning Ditutup
Jalan Alternatif Rusak
PURBALINGGA - Perbaikan Jembatan Kali Kuning, Desa Kalijaran, Kecamatan Karanganyar, yang ambrol awal Februari lalu dipertanyakan. Hampir dua bulan, belum ada perbaikan maupun pekerjaan fisik.
“Kerusakan dan penutupan akses jalan sudah hampir dua bulan. Jadi kami sebagai wakil rakyat juga mempertanyakan. Pernah kami panggil DPU PR, namun tidak hadir dan akhirnya kami turun ke lapangan mengecek jembatan,” kata Ketua Komisi III DPRD Purbalingga Sugimin.
Sugimin mengatakan, ketika pemerintah menganggarkan dana di APBD akan ada dana cadangan. Dana cadangan yang belum terpakai, seharusnya bisa diatur untuk kebencanaan.
“Saat ini akses dialihkan ke jalan alternatif masuk ke desa-desa. Yang ada justru merusak jalan desa. Nantinya akan minta diperbaiki lagi. Kami belum tahu mengapa Jembatan Kali Kuning belum diperbaiki,” tambahnya.
Jika sudah ada hasil analisa akademisi, seharusnya pemkab tinggal melaksanakan. Dikatakan Sugimin, sempat ada wacana separuh jembatan akan dibuka dan bisa dilalui motor. Namun sampai sekarang belum dibuka.
Berdasarkan pantauan Radarmas, ruas jalan yang menuju Jembatan Kali Kuning saat ini ditutup total dengan kayu dan barikade dari besi. Namun, penutupan jalan membuat tempat yang sepi tersebut digunakan kaum muda untuk nongkrong.
Sementara itu, pengalihan arus lalu lintas membuat jalur alternatif Desa Kalijaran rusak parah karena dilalui ratusan kendaraan tiap hari. Sudah lebih dari sebulan, jalan desa menjadi jalur alternatif dari Karanganyar-Karangmoncol.
“Aspal mengelupas, bagian tepi jalan yang dekat saluran air jalan juga mulai menurun ketinggiannya. Bahkan ada saluran air yang tergenang karena amblas. Warga secara swadaya mulai menguruk bagian jalan yang berlubang dan mengelupas,” kata salah satu perangkat desa, Nur Fauzi. (amr/sus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

