Mengenal Komunitas Kayak Arus Deras Tirtaseta Purbalingga
Pilih Arus Deras Sungai Klawing yang Banyak "Ditakuti"
Dirikan Sekolah Kayak Arus Deras
Olahraga kayak arus deras masih belum banyak dikenal masyarakat. Namun bagi yang tertarik dengan olahraga ini, bisa bergabung dengan Komunitas Kayak Arus Deras Tirtaseta Purbalingga. Komunitas ini menjadi sekolah kayak arus deras di Indonesia.
AMARULLAH NURCAHYO, Purbalingga
Arus Sungai Klawing tergolong deras dan membuat orang tidak berani melakukan aktivitas di sungai tersebut. Namun, ada sekelompok orang yang tengah bermain dengan perahu berbahan fiber warna-warni yang hanya muat untuk satu orang.
Mereka adalah beberapa pegiat Komunitas Kayak Arus Deras Tirtaseta Purbalingga yang sudah ada sejak tahun 2004, dan berkembang di Purbalingga tahun 2007. Mereka melakukan gerakan atraktif dengan berbagai gaya dengan kayak dan sebuah dayung. Memutar badan sekaligus perahu dan terbalik kemudian bangun lagi.
Ketua Komunitas Tirtaseta, Toto Triwindarto mengatakan, komunitasnya merupakan komunitas bagi pegiat kayak arus deras. Jika melihat perkembangan Olah Raga Arus Deras (ORAD), kayak arus deras masih jauh dari populer di Indonesia. Dibandingkan whitewater rafting (arung jeram dengan perahu karet) yang berkembang pesat dalam dua puluh tahun terakhir, kayak arus deras masih belum banyak diminati penggemar olahraga dan petualangan di Indonesia.
Toto yang sempat pergi ke Okerre Falls, Rotorua pada tahun 2007 ini sudah mendapat pelatihan khusus dari legenda kayak arus deras Selandia Baru, Kenny Mutton. Setelah kembali ke basisnya di Purbalingga, dia melatih teknik kayak arus deras kepada lima yuniornya.
Saat ini, mereka sudah menjadi pelatih di Sekolah Kayak Tirtaseta yang merupakan sekolah kayak arus deras pertama di Indonesia. “Kami berharap bisa mengajak masyarakat untuk mulai mencoba belajar keterampilan dasar dan mencintai kegiatan kayak arus deras, serta melibatkan diri dalam berbagai aspek kemasyarakatan dan kemaslahatan yang terkait dengan pertumbuhan kegiatan ini,” kata perintis Tirtaseta ini.
Tak hanya olahraga air saja, Toto juga berharap dapat memberikan kontribusi kepada perkembangan kayak arus deras dalam negeri sebagai gerakan olahraga, rekreasi, pendidikan, dan konservasi.
“Kami menyambut semua masukan baik, gagasan, kerjasama, dan dukungan untuk mewujudkan semua itu,” ujar Toto yang pernah memutuskan resign sebagai PNS agar fokus mengembangkan olahraga kayak di Indonesia.
Saat ini dalam strukturnya, Tirtaseta memiliki unit pendidikan berupa sekolah kayak. Bahkan dalam peresmiannya tahun 2009 lalu, Pembinaan Sekolah Luar Biasa (PSLB) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) saat itu, Ekodjatmiko Sukarso, turut hadir dalam acara di Desa Galuh, Kecamatan Bojongsari. Saat ini base camp mereka ada di Desa Onje, Kecamatan Mrebet.
Sekolah Kayak Tirtaseta adalah bagian dari Komunitas Kayak Tirtaseta. Dengan misi mempromosikan kegiatan kayak arus deras, komunitas ini mendirikan sekolah kayak yang menyelenggarakan berbagai pelatihan kayak arus deras baik secara klasikal maupun individual.
Kursus yang diberikan ada tiga jenjang yakni jenjang beginner, intermediate, dan advance atau expert. Pada tingkat beginner, instruktur Tirtaseta dengan metode paling sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing akan menjadi kawan berlatih hingga murid menguasai teknik-teknik dasar seperti eskimo roll dan teknik dasar lainnya.
Pada jenjang intermediate, fokus utama yang diberikan yakni pendampingan serta pengalaman bersama mengarungi Sungai Klawing dengan jeram grade II hingga III. Sedangkan pada tingkat advance, program pelatihan akan diadakan dengan permintaan khusus. Instruktur dari sesi ini adalah kayaker kelas dunia dari luar negeri, termasuk legenda kayak arus deras Kenny Mutton dan nama besar lain di dunia kayak arus deras. (*/sus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

