Banner v.2

Kemarau Basah, BPBD Belum Terima Permintaan Dropping Air

Kemarau Basah, BPBD Belum Terima Permintaan Dropping Air

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Purbalingga, Yulianto.-Alwi Safrudin/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Hingga akhir September ini, BPBD Purbalingga belum menyalurkan bantuan air bersih. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Purbalingga, Yulianto.

"Dropping air hingga saat ini belum jalan. Karena kemarau tahun ini tergolong kemarau basah, sehingga masyarakat masih cukup air dan belum ada yang meminta bantuan," ungkapnya.

Menurut Yulianto, prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang sebelumnya memperkirakan kemarau justru meleset. Hujan masih turun di sejumlah wilayah, berbeda dengan tahun lalu. Pada Agustus hingga September 2024, kemarau berada di puncaknya, sehingga bantuan air bersih gencar disalurkan. 

Saat itu ada 13 kecamatan yang mengajukan permintaan, di antaranya Kejobong, Pengadegan, Karangjambu, dan Karanganyar.

BACA JUGA:Hujan Mulai Turun, BPBD Purbalingga Masih Droping Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

"Tahun ini jauh berbeda. Akhirnya anggaran untuk dropping air belum terserap," katanya.

Meski demikian, BPBD tetap fokus pada penanganan bencana lain yang muncul akibat anomali cuaca. Seperti angin kencang yang terjadi Minggu (21/9) lalu, fenomena tanah bergerak, maupun banjir.

Efek kemarau basah, lanjutnya, berdampak luas pada sektor pertanian dan kesehatan. Misalnya, musim tanam palawija yang seharusnya kering justru terganggu.

"Kalau terlalu banyak hujan, tanaman bisa busuk. Kerugian dari kemarau basah justru cenderung lebih besar," tegas Yulianto.

BACA JUGA:Kekeringan Mulai Terasa di Purbalingga, Satu Desa di Kejobong Minta Droping Air Bersih

Terkait mekanisme dropping air bersih, Yulianto menjelaskan, masyarakat bisa mengajukan surat ke BPBD untuk kemudian dilakukan pendataan jumlah RT dan KK yang membutuhkan. Sumber air bersih berasal dari hydrant, dengan armada BPBD sebanyak tiga unit, ditambah bantuan dari PMI dan PDAM.

"Tahun kemarin semua armada dikerahkan, termasuk meminjamkan alat seperti pompa dan water torrent. Namun tahun ini kondisinya berbeda," pungkasnya. (alw)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: