Atlet Paralimpik Berprestasi Diganjar Beasiswa
PERTAMA: Atlet tuan rumah Papua Abraham Elopere menjadi peraih emas pertama Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua setelah finis terdepan.
JAKARTA - Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua Tahun 2021 telah berlangsung hingga 15 November mendatang. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pun menyampaikan akan memberikan beasiswa bagi para atlet.
"Yang paling utama kita akan berupaya untuk meningkatkan prestasi para atlet paralimpik, baik di tingkat nasional maupun internasional," ungkap dia, Minggu (7/11).
"Saya juga sudah pesan ke Pak Menpora dan Pak Mendikbudristek agar mereka yang masih kuliah, masih belajar di SMA, SMP sekalipun, dia harus mendapatkan jaminan pendidikan agar tidak terhambat karena fokus di olahraga," sambung dia.
Ia menegaskan salah satu jaminan pendidikan yang akan diberikan pemerintah bagi para atlet penyandang disabilitas adalah melalui bantuan beasiswa. Mereka pun dipastikan untuk mendapatkan pekerjaan.
"Terutama beasiswa. Beasiswa nanti akan kita upayakan dari LPDP untuk atlet yang sekolah, termasuk mereka yang juga sudah selesai studi kita upayakan untuk mendapatkan pekerjaan," ungkapnya.
Selain itu terkait dengan pelaksanaan Peparnas Papua, ia tak menampik bahwa dalam penyelenggaraan event tersebut masih terdapat beberapa keterbatasan terutama peralatan yang dibutuhkan para atlet. Peralatan tersebut selain harus spesifik juga dibuat customized yang tidak bisa digunakan oleh sembarang atlet.
https://radarbanyumas.co.id/24-atlet-asal-cilacap-perkuat-jateng-berlaga-di-paralimpik-nasional-xvi-papua/
"Satu alat itu hanya untuk satu orang saja dan karena itu memang biayanya sangat besar. Dengan adanya Peparnas XVI yang sangat bagus ini juga bisa kita jadikan tolok ukur untuk merencanakan penyediaan produksi peralatan-peralatan olahraga untuk difabel," ujar dia.
Ia mengungkapkan bahwa peralatan olahraga disabilitas, seperti kursi roda saat ini sebagian besar masih impor. Sementara kebutuhan kursi roda yang dibutuhkan para atlet disabilitas berbeda-beda antara kursi roda untuk atlet badminton, kursi roda atlet lari, dan sebagianya.
"Kita tentu berharap nantinya kita tidak tergantung lagi peralatannya dari supply luar negeri. Kalau kita bisa produksi di Indonesia pasti akan jauh lebih murah," tandasnya. (sai/kus/jpc)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
