Banner v.2

PBSI Sebut Purwokerto Kota Terbaik

PBSI Sebut Purwokerto Kota Terbaik

Hari Ini Gelar Partai Final PURWOKERTO - Ajang Seri pertama Djarum Sirkuit Nasional Premier Li Ning Jawa Tengah Open 2019 berlangsung di GOR Satria Purwokerto, Jawa Tengah. Hingga hari ini (5/4) telah sampai pada babak semifinal. Sekjen PBSI, Achmad Budiharto menilai, Purwokerto menjadi salah satu lokasi terbaik untuk penyelenggaraan kompetisi-kompetisi besar Badminton. "Bahkan cukup potensial untuk kejuaraan yang lebih tinggi," katanya, saat kunjungan perdananya dalam kompetisi tersebut, Kemarin (5/4). Menurutnya, ada tiga aspek yang menjadi poin penilaian dalam melihat sukses tidaknya sebuah penyelenggaraan pertandingan khususnya bulutangkis. "Pertama pelaksanaan, kepersetaan, dan partisipasi penonton," ujarnya. Menurutnya, Purwokerto memenuhi tiga aspek tersebut. "Sirnas kalau melihat dari sisi kepersetaan yang sampai 938 peserta, Purwokerto ini bisa dipertahankan untuk kembali jadi tuan rumah," ungkapnya. Pihaknya juga mengatakan, bahwa lokasi di GOR Satria juga berpeluang untuk dapat terseleggaranya Kejurnas. "Kalau bisa menyiapkan gedung yang lebih baik maka tidak menutup kemungkinan untuk Kejurnas. Kita pernah adakan Kejurnas di Solo, dan gedungnya sepertinya berimbang," jelasnya. Peluang itu, lanjutnya, masih ada tr4 harus berebut jadi tuan rumah Kejurnas, sebab sudah ada beberapa tempat mengajukan, seperti Palembang dan Palangkaraya. Meskipun, pihaknya perlu memberi catatan, pada kesiapan infrastrukturnya. "Tadi juga waktu hujan itu atap sempat bocor. Ini juga menjadi catatan, kalau ajang yang lebih tinggi maka perlu kerja keras lagi untuk membenahi kesiapan infrastrukturnya," ungkapnya. Lebih lanjut, Achmad juga menyoroti pebulutangkis Banyumas yang tidak pernah kehabisan atletnya. "Banyumas menjadi kontributor yang baik, banyak juga yang masuk dalam pelatnas pratama, seperti Galuh, Latifah dan masih ada beberapa lagi," terangnya. Kedepan, pihaknya beserta para pengurus pusat bakal menyoroti para pebulutangkis usia remaja. "Purwokerto dikenal banyak pemain bertalenta, itu tidak muncul kalau tidak dilatih dengan baik, kami berharap para atlet disini dapat pelatihan yang baik," tegasnya. Menurutnya, ada dua hal yang perlu diperhatikan oleh pelatih dan klub didaerah dalam melatih atlet. Pertama adalah teknik dasar. "Permasalahan yang cukup serius di pusat adalah teknik dasar yang keliru, sehingga mengubah teknik itu cukup sulit dan lama," kata dia. Kedua, lanjutnya, adalah latihan fisik. Sebab seringkali atlet mengalami cidera pada lokasi yang sama, atau biasa disebut cidera bawaan. "Ada bawaan atau ciri khas cedera. Karena pelatihan yang salah, ada yang kebiasaan cidera di lutut perlu perhatikan bagaimana latihan kakinya," terangnya. Achmad menegasknan, Dari Pusat ada buku pedoman latihan, namun penyebaran dari Provinsi masih belum gencar. "Harusnya masing-masing daerah bisa mengadakan training singkat," tandasnya. (mhd)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: