Banner v.2

Belum Pulih Usai Asian Games 2018, Target Masuk 8 Besar

Belum Pulih Usai Asian Games 2018, Target Masuk 8 Besar

JAKARTA – Persiapan terus digenjot para lifter andalan Indonesia jelang kejuaraan dunia di Ashgabat, Turkmenistan pada 1-10 November mendatang. Meski begitu, PB PABBSI tidak memasang target muluk-muluk. Yang penting masuk peringkat delapan besar dunia. Manajer tim angkat besi Indonesia Sony Kasiran menuturkan, performa Eko Yuli Irawan dkk belum kembali optimal usai Asian Games 2018, Agustus lalu. Tak hanya itu, I Ketut Ariana dipastikan tidak ikut  diboyong ke Turkmenistan. Ketut masih menjalani penyembuhan cedera bahunya saat multievent empat tahunan Asia itu. Praktis, Indonesia hanya menurunkan Triyatno dan lifter muda Rahmat Erwin Abdullah di kelas 73 kg. Triyatno yang sebelumnya bertanding di kelas 69 kg saat ini naik kelas. Total, ada 10 lifter Merah Putih yang akan bertanding di kejuaraan dunia. Selain itu, lanjut Sony, pihaknya belum mengetahui persaingan di masing-masing kelas yang baru. ”Di kejuaraan dunia nanti baru kali pertama dipertandingkan. Yang penting masuk 8 besar dulu. Mengamankan kuota di Olimpiade 2020 Tokyo lebih penting,” katanya saat dihubungi Jawa Pos kemarin. Meski begitu, dia berharap mampu meraih medali dari Eko Yuli Irawan di kelas 61 kg atau Sri Wahyuni Agustiani di kelas 49 kg. Di sisi lain, Eko mengamini harapan yang disampaikan manajer tim. Dia mengaku tidak terbebani. Malah menjadi motivasi. Lifter asal Metro, Lampung tersebut masih berusaha mengembalikan angkatan terbaiknya. Yakni, snatch 142 kg dan clean and jerk 170 kg pada Olimpiade 2016 Rio, Brasil. Meski, di Asian Games, Eko mampu mengangkat total beban 311 kg dengan snatch 141 kg dan clean and jerk 170 kg. ”Terakhir latihan hari Jumat (12/10) clean and jerk masih 150 kg. Bertahap, di jalanin aja dulu,” ucap Eko. Eko menambahkan, setidaknya butuh dua kali mengikuti dua seri kejuaraan dunia untuk mengamankan tiket Olimpiade 2020. Namun, melihat kondisi fisiknya yang pernah opname di rumah sakit lantaran penyakit tifus, peraih emas Asian Games 2018 itu tidak mau terlalu ngoyo. ”Bisa medali syukur. Kalau belum bisa ya yang penting bisa lolos 8 besar kualifikasi olimpiade aja,” terangnya. (han)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: