Sopir Cadangan Bus Pariwisata Maut Tak Punya SIM
SURABAYA - Polri masih menyelidiki kasus kecelakaan maut bus pariwisata di Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Sejauh ini diketahui jika bus dikemudikan bukan oleh sopir aslinya AA, 30.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, saat kecelakaan bus dikemudikan oleh Ade Firmansyah, 29. Penyidik juga menemukan fakta jika Ade tak memiliki SIM.
“Saudara AF diketahui tak memiliki SIM,” ujar Ramadhan kepada wartawan, Rabu (18/5).
Ramadhan menuturkan, AA saat itu menyerahkan kemudi kepada Ade karena kelelahan. Pergantian sopir dilakukan di rest area KM 695.
Sedangkan kecelakaan terjadi setelah 17 kilometer bus melaju kembali. “Sopir utama berinisial AA umur 31 yang digantikan karena kelelahan. Pergatian tersebut dilakukan di rest area km 695,” jelasnya.
Kendati demikian, penyidik akan melakukan pendalaman guna memastikan status Ade. “Kami akan cari statusnya ya, apakah saudara Ade merupakan supir cadangan atau kernet,” kata Ramadhan.
Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta angkat suara terkait kasus kecelakaan maut yang melibatkan bus pariwisata di Km 712+400 jalur A Tol Surabaya – Mojokerto (Sumo), pada Senin (16/5) pagi.
https://radarbanyumas.co.id/sopir-bus-pariwisata-yang-sebabkan-kecelakaan-di-tol-sumo-bakal-jadi-tersangka/
Kecelakaan tunggal ini melibatkan satu bus pariwisata yang menabrak VMS (Variable Message Sign) di bahu jalan tol. Setelah itu bus terguling.
Data terakhir hingga Senin pukul 15.00 WIB. Jumlah penumpang di bus pariwisata Ardiansyah Nopol S 7322 UW berjumlah 33 orang.
14 di antaranya meninggal dunia dan 19 alami luka ringan dan berat. “Atas kejadian peristiwa ini BiddokkesPolda Jatim menerjunkan Tim DVI,” jelas Nico.
19 orang yang mengalami luka-luka kini masih di rawat di 5 Rumah Sakit. Yakni RS Citra Medika, RS Emma, RS Petrokimia Gresik dan RS Gatoel Mojokerto.
Sementara itu untuk 14 korban meninggal dengan rincian, laki – laki 6 orang (2 anak 4 dewasa) dan 8 perempuan dewasa. Semua dilakukan pemeriksaan post mortem dan perawatan jenazah di RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto. (jawapos/ali)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
