Cegah Hepatitis Misterius, Sekolah Diminta Tetap Disiplin Prokes
Ilustrasi PTM
JAKARTA - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengingatkan potensi penularan hepatitis akut dan Covid-19 pasca liburan Hari Raya Idul Fitri 2022 di lingkungan sekolah.
P2G meminta orang tua dan siswa tidak menambah durasi liburan untuk mengunjungi tempat wisata.
“Waktu tambahan liburan siswa baiknya dimanfaatkan untuk istirahat di rumah, apalagi akhir Mei dan awal Juni sudah kenaikan kelas ada Ujian Akhir Semester,” ungkap Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (13/5).
Bahkan Kelas XII SMA/SMK/Madrasah Aliyah akan menghadapi UTBK dan Ujian Mandiri masuk PTN. Oleh karena itu, para siswa diminta fokus belajar dibanding berwisata.
P2G juga mendorong siswa melakukan tes swab PCR, sebagai langkah deteksi dini penyebaran Covid-19 pasca liburan.
“Kami mendorong Dinas Pendidikan dan sekolah tiap daerah memfasilitasi swab pcr bagi siswa, bisa dilakukan acak. Agar siswa masuk PTM benar-benar kondisi sehat dan fit,” imbuh Satriwan.
Perihal munculnya kasus hepatitis misterius yang menyerang anak, kondisi ini juga patut menjadi perhatian serius Kemdikbudristek, Kemenag, Kemenkes, Pemda, dan Sekolah.
https://radarbanyumas.co.id/hepatitis-misterius-kebanyakan-menyerang-anak-ini-alasannya/
Ilustrasi PTM
P2G khawatir hepatitis ini berubah menjadi pandemi terhadap anak.
“Kami mendesak Kemdikbudristek dan Pemda membuat surat edaran sebagai pengingat, agar sekolah-sekolah meningkatkan disiplin protokol kesehatan, mencegah Covid-19 yang masih pandemi termasuk mencegah penularan hepatitis terhadap anak,” jelasnya.
Pencegahan kasus hepatitis misterius anak ini hendaknya menjadi perhatian lebih, khususnya bagi anak usia Play Group (Day Care), PAUD/TK, dan SD/MI.
Harus menjadi kesadaran kolektif, khususnya bagi guru, siswa, dan orang tua. (jawapos/ali)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
