Tidak Ada Bunker Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Polisi Sita 33 Lembar Uang Warna Merah
SURABAYA- Simpang siur tentang keberadaan bunker yang menyimpan seluruh harta kekayaan Dimas Kanjeng terjawab. Kemarin (3/10), polisi melakukan penggeledahan di ‘Istana” Dimas Kanjeng. Korps berseragam cokelat tidak menemukan satu pun bunker yang dimaksud.
Seperti yang diungkapkan oleh Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono. Penggeledahan yang dilakukan bersama perangkat desa dan beberapa instansi terkait, tidak menemukan adanya bunker di dalam rumah dari Dimas Kanjeng. Malah, uang miliaran rupiah yang selalu digembor-gemborkan tidak ditemukan disana.
Padahal, berita tentang adanya tiga bunker besar yang tertanam di dalam rumah Dimas Kanjeng santer terdengar. Beberapa kali, pengikutnya juga menyataan hal yang sama. Nyatanya, saat polisi melakukan penggeledahan, bunker itu tidak ditemukan.
Hanya ada 33 uang kertas saja yang ditemukan. Argo masih enggan menjelaskan apakah itu mata uang asing atau Indonesia, yang pasti anak buahnya sudah mengamankan barang bukti tersebut di dalam rumah Dimas Kanjeng. "Untuk nilainya masih diteliti lagi ya," ucapnya.
Selain itu, ada pula beberapa kuitansi mahar yang bernilai jutaan rupiah. Diduga, kuitansi-kuitansi itu adalah milik para pengikut Dimas Kanjeng. Argo belum tahu pasti berapa jumlah lembaran kuitansi itu. Yang pasti jumlahnya cukup besar. "Ada yang Rp 25 juta sampai Rp 100 juta," lanjutnya.
Selain itu, ada juga beberapa perhiasan. Formulir, dan beberapa perhiasan yang diduga emas palsu. Benda-benda itu nantinya akan jadi alat bukti dalam kasus penipuan yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng. "Kami bawa dulu, kami selidiki lebih lanjut. Nanti setelah proses ini selesai pasti kami berikan informasi," ujar Argo
Sementara itu, sumber internal Jawa Pos menyebut ada uang senilai Rp 9 jutaan yang ditemukan di kediaman Dimas Kanjeng. Uang itu merupakan hasil temuan polisi dan perangkat desa di beberapa lokasi di rumah Dimas Kanjeng. Yang paling banyak, ada di dalam tas warna hitam yang terletak di lantai 2 rumah tersebut. "Nilainya tidak tahu, ada beberapa bendel uang kertas pokoknya, ujar sumber tersebut.
Sementara itu, polisi terus melakukan pendataan terkait korban-korban penipuan dari Dimas Kanjeng. Bahkan, secara khusus ada beberapa personil yang sudah ditugaskan ke Pulau Sulawesi. Terutama kota Makasar. Ada dugaan, sebagian besar korban dari Dimas Kanjeng berdomisili disana.
Seperti yang diungkapkan oleh Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Cecep Ibrahim kepada JAwa Pos kemarin. Dia membenarkan jika anak buahnya sudah ada yang berangkat menuju Sulawesi terkait dengan banyaknya korban Dimas Kanjeng,
Namun dia tidak mau hanya berfokus pada satu daerah saja. Menurut data yang dipunyai Cecep, korban penipuan Dimas Kanjeng berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Maka dari itu, dia berharap agar masyarakat lebih aktif lagi, terutama korban Dimas Kanjeng untuk segera melapor ke polisi. "Kalau banyak laporan, banyak bukti yang kita terima, makin mudah menyelsaikan kasus ini," terangnya. (rid)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


