Banner v.2

Yamaha Neo’s dan Sistem Baterai Tukar, Solusi Baru Ojek Online Ramah Lingkungan

Yamaha Neo’s dan Sistem Baterai Tukar, Solusi Baru Ojek Online Ramah Lingkungan

Yamaha Neo’s dan Sistem Baterai Tukar, Solusi Baru Ojek Online Ramah Lingkungan--

RADARBANYUMAS.CO.ID - Yamaha Indonesia sedang melakukan studi untuk menjadikan motor listrik Neo’s sebagai armada ojek online di kawasan Jabodetabek. Uji coba ini menitikberatkan pada pemakaian sistem baterai tukar yang dinilai lebih praktis bagi pengendara, khususnya driver ojol yang mobilitasnya tinggi setiap hari.

Motor listrik Neo’s sejatinya sudah diperkenalkan di Eropa dan Vietnam, dan kini hadir sebagai kandidat untuk pasar Indonesia. Kendaraan ini ditenagai motor elektrik YIPU generasi kedua dengan daya 2,3 kW serta torsi maksimum 138,3 Nm, yang menjadikannya cukup responsif untuk kebutuhan berkendara jarak dekat.

Baterai yang digunakan adalah Lithium-ion BFM1 dengan kapasitas 23,2 Ah dan tegangan 51,1 V. Baterai ini bersifat portable atau bisa dilepas, sehingga pengguna bisa mengisi di rumah atau menukar di stasiun swap. Dengan kondisi ideal, jarak tempuhnya mencapai 72 km pada kecepatan konstan 30 km/jam, dan waktu pengisian penuh sekitar delapan jam.

Dari sisi desain, Yamaha Neo’s hadir dengan dimensi panjang 1.875 mm, lebar 695 mm, serta tinggi jok 795 mm, yang membuatnya ramah untuk digunakan di perkotaan. Berat totalnya 98 kg termasuk baterai, sementara sistem suspensi belakang ganda dan rem cakram depan menghadirkan kenyamanan dan keamanan tambahan.

BACA JUGA:Kawasaki W175, Motor Retro yang Mudah Dimodifikasi Sesuai Gayamu

BACA JUGA:Kawasaki Ninja e-1, Motor Listrik Sport Rp 149 Juta yang Siap Jadi Tren Baru di Indonesia

Studi Baterai Tukar dan Kesiapan Infrastruktur

Proyek studi baterai tukar dilakukan Yamaha dengan menggandeng salah satu platform ojek online di Jabodetabek. Skema ini memungkinkan driver untuk menukar baterai kosong dengan yang terisi penuh dalam hitungan menit, sehingga tidak mengganggu produktivitas mereka saat bekerja.

Yamaha menilai bahwa efisiensi waktu menjadi kunci keberhasilan program ini. Jika jumlah stasiun baterai swap cukup banyak dan mudah dijangkau, Neo’s bisa menjadi pilihan unggul bagi para pengemudi ojol.

Tantangan Motor Listrik untuk Ojol

Meski menjanjikan, motor listrik Neo’s memiliki beberapa tantangan yang harus diperhatikan. Kecepatan maksimalnya masih terbatas karena memang dirancang untuk efisiensi energi, sehingga kurang cocok untuk perjalanan jauh atau jalur cepat.

BACA JUGA:Suzuki V-Strom 250SX, Motor Adventure Ringan yang Bikin Touring Makin Mudah

BACA JUGA:Enine V5 Lit, Motor Listrik Bergaya Vespa dengan Performa 2000W

Selain itu, biaya investasi infrastruktur swap battery juga tidak sedikit. Perlu dukungan pemerintah dan mitra swasta agar fasilitas ini bisa tersebar merata di seluruh Jabodetabek.

Prospek Neo’s di Indonesia

Jika studi ini berjalan lancar, Yamaha Neo’s bisa menjadi motor listrik pertama yang dipakai massal oleh driver ojol di Indonesia. Hal ini tentu akan membantu menekan biaya bahan bakar sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon di perkotaan.

Neo’s juga bisa membuka jalan bagi model motor listrik lain untuk masuk ke pasar ojol. Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, kehadiran motor listrik ini berpotensi mengubah wajah transportasi perkotaan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: