Banner v.2

Kepala Sekolah Jadi Pilar Wujudkan Pendidikan 4.0

Kepala Sekolah Jadi Pilar Wujudkan Pendidikan 4.0

DIKLAT : Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penguatan Kepala Sekolah Jenjang TK, SD dan SMP Tahun 2019.ISTIMEWA KEBUMEN-Tenaga pendidik dan kepala sekolah harus memiliki kemampuan dalam mengimplementasikan teknologi informasi di era digitalisasi 4.0. Ini untuk meningkatkan aksesbilitas mutu pendidikan sekaligus mencegah faham-faham radikalisme yang masuk ke sekolah. Hal tersebut di kemukakan oleh Rektor IAINU Kebumen Dr H Imam Satibi saat menutup kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penguatan Kepala Sekolah Jenjang TK, SD dan SMP Tahun 2019. Ini terselenggara berkat kerjasama dengan Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) IAINU Kebumen, Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Diklat berlangsung sejak 9 - 16 September 2019 di Ballroom Nabatiyasa Hotel Mexolie Kebumen dan Meotel Dafam berjumlah 200 peserta. Dr H Imam Satibi menyampaikan kepala sekolah kini berbeda dengan kepala sekolah sebelum turunya Permendikbud nomor 6 tahun 2018 sebagai turunan dari PP Nomor 19 tahun 2017. Saat ini kepsek sangat jelas tugasya, yakni memimpin dan mengelola satuan pendidikan. bukan lagi sebagai tugas sampingan. Karena itu kasek memiliki peran sangat strategis dalam menciptakan mutu sekolah secara total. Generasi-generasi emas millenial harus dipupuk dalam satuan pendidik. Sehingga dapat berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. “Kepala sekolah menjadi pilar utama yang menentukan maju dan mundurnya sekolah. Dengan adanya peralihan ini maka kasek harus dibekali penguatan pada kompetensi manajerial. Ini meliputi kewirausahaan dan supervisi. Setelah diklat kasek harus visioner dan up date terhadap perkembangan teknologi dan informasi di era digitalisasi 4.0. Dunia pendidikan dan teknologi merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan. Para tenaga pendidik wajib memiliki kompetensi teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) demi kemajuan dan kelancaran proses belajar mengajar. Hal ini harus disikapi dengan dengan cepat dan tepat. Kesiapan SDM terutama guru dan tenaga kependidikan di sekolah dalam memanfaatkan TIK harus dioptimalkan," tuturnya. Dr H Imam Satibi juga berpesan tenaga pendidik dan kepala sekolah harus peka terhadap perkembangan faham-faham radikalisme. Ini agar peserta didiknya tidak terjerumus dalam faham tersebut yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa. "Didik anak dengan memperkuat literasi keilmuan, bangkitkan semangat membaca dan memberi pemahaman tentang arti nasionalisme. Dengan demikian, dapat menghindari faham radikalisme masuk sekolah," ucapnya. (mam)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: