Cegah Penyakit Hewan Menular, Puskeswan Purbalingga Buka Layanan Pemeriksaan dan Vaksinasi di CFD
Pemeriksaan hewan gratis oleh UPTD Puskeswan Purbalingga saat gelaran Car Free Day di Alun-alun Purbalingga, Minggu (1/2/2026).-Alwi Safrudin/Radarmas-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Upaya pencegahan penyakit hewan menular di Kabupaten Purbalingga terus diperkuat. Salah satunya dilakukan UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Purbalingga dengan membuka layanan pemeriksaan dan vaksinasi hewan gratis di ajang Car Free Day (CFD), Minggu (1/2/2026).
Langkah ini dipilih untuk menjangkau langsung pemilik hewan peliharaan, terutama kucing dan anjing, yang selama ini kerap luput dari pemeriksaan rutin. Melalui kegiatan tersebut, Puskeswan tidak hanya melakukan pengobatan dan vaksinasi rabies, tetapi juga deteksi dini terhadap penyakit yang berpotensi menular.
Dokter Hewan UPTD Puskeswan Purbalingga, Supriyono, mengatakan kegiatan di CFD merupakan bagian dari strategi pencegahan agar penyakit hewan tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih luas.
“Penyakit seperti rabies, scabies, dan cacingan itu bisa dicegah kalau hewan rutin diperiksa. CFD ini kami manfaatkan supaya pemilik hewan lebih mudah mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.
BACA JUGA:350 Dosis Vaksin Rabies Disiapkan, Kucing Paling Banyak Dibawa Vaksin
Ia menjelaskan, rabies masih menjadi perhatian utama karena bersifat zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia. Oleh karena itu, vaksinasi menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan sejak dini.
Selain vaksinasi, petugas juga melayani konsultasi kesehatan hewan. Pemilik bisa menanyakan kondisi hewan peliharaannya, mulai dari masalah kulit, nafsu makan, hingga perawatan kandang yang sehat.
Antusiasme warga terlihat dari jumlah pemilik hewan yang mendatangi stand Puskeswan sejak pagi. Salah satunya Anita, warga Padamara, yang sengaja membawa kucing peliharaannya ke lokasi setelah mengetahui adanya layanan gratis tersebut.
“Saya tahu dari media sosial. Menurut saya ini penting, soalnya kita kadang tidak tahu kondisi hewan peliharaan kalau tidak diperiksa dokter,” kata Anita.
BACA JUGA:Target Vaksinasi PMK Purbalingga Turun Jadi 7.500 Dosis, Fokus Vaksin Ulang dan Sapi Baru
Menurut Supriyono, pendekatan langsung seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit hewan, bukan hanya penanganan saat sudah sakit.
“Kalau pencegahan berjalan baik, risiko penularan bisa ditekan. Itu dampaknya bukan hanya ke hewan, tapi juga ke kesehatan masyarakat,” tambahnya.
UPTD Puskeswan memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai bagian dari pengendalian penyakit hewan di Purbalingga, termasuk optimalisasi penyaluran vaksin rabies yang dialokasikan setiap tahun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

