Petani Nikmati "Pedasnya" Harga Cabai
PETANI : Salah satu petani yakni Kaum Tolibin saat menunjukan hasil kacang panjang di kebun miliknya.IMAM/EKSPRES
KEBUMEN-Meroketnya harga cabai yang kini tembus hingga harga Rp 65 perkilogram di Pasar Tumenggungan Kebumen ternyata menjadi berkah tersendiri bagi petani. Khususnya petani cabai dan sayur. Pasalnya meroketnya harga cabai diiringi pula dengan meningkatnya harga sayuran.
Harga sayuran seperti kacang panjang dan pare meningat seiring melambungnya harga cabai. Dulu harga Kacang panjang hanya Rp 4,5 ribu perikat di tingkat petani. Kini harga naik hingga Rp 5,5 ribu perikat di tingkat petani. Selain itu harga pare yang semula Rp 6 ribu kini menjadi Rp 7,5 ribu perkilo.
Salah petani Desa Bocor Buluspesantren yakni Tolibin menyampaikan harga cabai ditingkat petani mencapai Rp 55 ribu. Harga tersebut tergolong sangat baik. Kendati demikian biaya operasional pertanian yang dikeluarkan juga banyak. “Harga sangat bagus, namun biaya pertanian juga banyak,” tuturnya, Rabu (17/7).
Dijelaskannya, saat harga cabai turun mencapai Rp 8 ribu, petani mengalami kerugian. Sebab untuk biaya pertanian seperti obat-obatan, bibit dan tenaga juga sangat banyak. kalau harga mencapai turun tentunya kerugian yang didapat. “Jika harga Rp 20 ribu, petani impas. Tidak untuk tidak juga rugi. Andai untung ya Cuma sedikit,” tuturnya, Rabu (17/7).
Kendati harga naik, namun Tolibin mengaku tidak mendapat banyak keuntungan. Pasalnya pihaknya hanya sedikit menanam cabai. Kendati demikian keberkahan yang dirasakan, sebab turut serta meningkatnya harga sayuran. “Harga kacang panjang naik. Namun kendalanya banyak hama. Bahkan berulang kali disemprot tidak juga hilang,” katanya.
Sebelumnya diberitakan harga cabai di terus naik. Salah satu pedagang pasar Tumenggungan Muslimah (49) menyampaikan, harga cabai tergolong sangat tinggi. Normalnya harga cabai rawit kisaran Rp 25 hingga 30 ribu perkilogramnya. Menurutnya, kenaikan harga disebabkan oleh minimnya barang. “Barangnya sedikit, harga menjadi naik,” katanya.
Dijelaskannya, tanaman cabai, merupakan tanaman yang tidak bisa hidup jika kelebihan air. Kendati demikian taman cabai juga tidak akan hidup manakala kekurangan air. Musim kemarau ini diperkirakan membuat produksi tanaman cabai menurun. “Barang sedikit membuat harga melangit,” ucapnya. (mam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

