Pasar Gombong Direhabilitasi
REHABILITASI : Para pekerja tengah melakukan rehabilitasi Pasar Wonokriyo Gombong.sudarno ahmad/ekspres
Anggaran Mencapai Rp 6,47 Miliar
KEBUMEN - Pasca kebakaran yang melanda Pasar Wonokriyo Gombong pada 7 September 2017 silam, Pemkab Kebumen mulai membangun pasar dengan anggaran sebesar Rp 6,47 miliar lebih. Anggaran bersumber dari APBD Kabupaten Kebumen tahun 2018.
Rehabilitasi pasar dikerjakan oleh PT Karya Adhi Kencana. Sesuai kontrak pekerjaan tersebut akan selesai pada 4 Desember mendatang. Saat ditinjau Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, kemarin, progres pekerjaan telah mencapai 17 persen melebihi target sebesar 12 persen.
"Hasilnya cukup menggembirakan karena pelaksanaannya mampu melampaui target. Diharapkan pekerjaan selesai tepat waktu dengan kualitas yang telah ditentukan," ujar Yazid.
Sebanyak 672 petak tempat berjualan dibangun pada rehabilitasi pasar. Yazid berharap, setelah selesai pembangunan, pedagang bisa kembali berjualan di tempat semula. Sehingga akan lebih nyaman dan penghasilannya meningkat.
"Sekarang para pedagang masih menempati penampungan sementara. Nanti mereka akan kembali berjualan disini," ujarnya.
Seperti diketahui, kebakaran melanda Pasar Wonokriyo Gombong pada 7 September 2017 sekitar pukul 03.30 WIB. Sedikitnya 111 petak kios dan 672 los ludes terbakar.
Sementara itu, Yazid juga melakukan monitoring pelaksanaan konstruksi tahun anggaran 2018 di sejumlah tempat lain. Dalam monitoring, Yazid didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Slamet Mustolhah, Kepala Dinas Pertanian dan PanganPuji Rahaju, dan Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kebumen Haryono Wahyudi.
Di Kecamatan Petanahan, meninjau perbaikan Jalan Guyangan-Petanahan, serta pembangunan Pasar Kritig yang telah mencapai 16,81 persen. Sedangkan di Kecamatan Puring, meninjau pengembangan eduwisata peternakan terintegrasi di Desa Sitiadi, dan pembangunan Pasar Puring tahap II yang baru terealisasi 13,8 persen.
Di Kecamatan Adimulyo, meninjau pelaksanaan pembangunan Jembatan Bonjok. Jembatan dengan nilai pekerjaan Rp 3 miliar ini, menghubungkan Desa Kemujan, Kecamatan Adimulyo dengan Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar. (ori)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

