71 Tukik Jogosimo Siap Dilepaskan di Pantai Kalibuntu
Ketua Pokdarwis Gajah Gunung Desa Jogosimo Kecamatan Klirong, Kastam, sedang memberi makan tukik di lokasi penangkaran penyu laut pantai Kalibuntu, Jumat (10/8).Saefur Rohman/Ekspres
KEBUMEN - Sebanyak 71 ekor anak penyu atau "Tukik" siap dilepaskan hal itu berkat penangkaran dan perawatan penetasan telur pantai Kalibuntu Desa Jogosimo Kecamatan Klirong oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa setempat, Jumat (10/8/2018)
Penetasan telur penyu laut itu berhasil menetas sebanyak 72 ekor dari jumlah semula 87 butir telur. Awalnya saat ditemukan dalam sarang telur penyu yang berada di gumuk pasir pantai Kalibuntu yang berbatasan langsung dengan muara sungai Lukulo itu berjumlah 117 butir telur.
Namun saat hendak dipindahkan, ada 30 butir telur yang mengalami cacat dan retak sebelum dipindahkan ketempat penetasan yang aman. Telur penyu yang berhasil diselamatkan tersebut ditetaskan di dalam pasir sedalam 30 cm yang perpagar bambu.
"Ada sekitar 30 butir telur saat kami gali dari sarang yang mengalami cacat retak dan tidak utuh itu karna ada bekas kaki yang menginjak sarang telur penyu," kata Kastam (48) Ketua Pokdarwis Gajah Gunung Desa Jogosimo Kecamatan Klirong, Jumat (10/8) kemarin.
Kastam yang juga mejabat sebagai Sekartaris Desa Jogosimo menjelaskan, telur penyu ditemukan pada tanggal 20 Juni 2018 dan berhasil menetas pada 4 Agustus 2018 kemarin. " Lama penetasan sekitar 45 hari sekarang para Tukik ini baru berumur 6 hari," ujarnya.
Tukik belia tersebut tak langsung dilepaskan hal itu mengancam keberlangsungan hidup mereka mengingat banyaknya predator Tukik seperti Biawak dan ikan besar yang berada disekitar Pantai Kalibuntu.
"Tidak langsung kami lepas karena dikhawatirkan Tukik yang belum dapat berenang sempurna dimangsa oleh predator," kata Kastam. Kastam menambahkan Tukik yang kini berjumlah 71 ekor itu masih menjalani perwatan rutin oleh Pokdarwis desa setempat, dalam sehari Tukik diberi makan dua kali dan penggantian air laut rutin setiap 2 hari sekali.
"Kemarin sempat mati satu ekor karna terluka, untuk makananya dari ikan laut setiap pagi dan sore ikan dipotong kecil-kecil disuapkan satu persatu Tukik," ungkapnya. Kastam berharap penyelamatan telur penyu harus dioptimalkan bersama dukungan pemerintah.
Sebab banyak masyarakat yang masih berburu liar telur penyu untuk diperjual belikan padahal pupulasi penyu laut dilindungi dan merupakan hewan yang hampir punah. "Banyak warga yang mencari telur penyu untuk dijual mereka menghargai telur penyu berkisar Rp 2000 hingga Rp 5000 untuk satu butir telur dikalikan jika satu sarang telur penyu berjumlah 117 butir hingga 129 butir telur," jelasnya.
Kepala Desa Jogosimo, Sokhibun mengatakan, rencana pelepasan Tukik tersebut akan dibarengkan dengan peringatan Hari Jadi Kebumen ke 389 yang jatuh pada 21 Agustus 2018 mendatang.
"Penyu merupakan hewan yang dilindungi untuk itu kami mengharapkan peran pemerintah untuk ikut mendukung pelestarian penyu yang berada di sekitar pantai Kalibuntu Jogosimo dengan ikut serta melepasan Tukik," jelasnya. (sfr)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

