Banner v.2

Manfaatkan Enceng Gondok, Warga Bulurejo Sukses Kembangkan Ternak Bebek

Manfaatkan Enceng Gondok, Warga Bulurejo Sukses Kembangkan Ternak Bebek

Peternak asal Dusun Pagebangan Desa Bulurejo Kecamatan Ayah, Taufiq (42) memanfaatkan potensi alam untuk beternak bebek.--

KEBUMEN - Peternak asal Dusun Pagebangan Desa Bulurejo Kecamatan Ayah, Taufiq (42) memanfaatkan potensi alam untuk beternak bebek.

Laki-laki itu merintis usaha ternak bebek sejak Agustus  2024 lalu. Sektor pertanian dan ternak yang diprediksi bisa bertahan kedepannya menjadi motivasi tersendiri bagi Taufiq. Hingga akhirnya memutuskan belajar ternak bebek secara otodidak. 

Dia menceritakan, semula hanya memiliki 10 ekor bebek tapi kini jumlahnya sudah mencapai 1.000 ekor. Lambat laun, jumlah ternaknya meningkat begitu juga permintaan pasar terhadap telur bebek. 

Taufiq memutuskan memilih ternak bebek bukan tanpa alasan. Lokasi tempat tinggal yang dekat pantai serta terdapat banyak enceng gondok menjadi salah satu faktor pendukung.

BACA JUGA:Tebing Longsor Rusak Rumah Warga Donorojo

BACA JUGA:Tanpa Kembang Api, Malam Tahun Baru di Kebumen Tetap Meriah

"Karena potensi alam kita di Bulurejo banyak enceng gondok dan banyak air makanya memutuskan ternak bebek," katanya, Rabu (31/12).

Disampaikan juga, pakan bebek berasal dari limbah undang dan ikan karena dekat pesisir. Selain itu juga pakan jadi. Dengan memanfaatkan apa yang ada di alam, terangnya, dapat menekan biaya produksi.

"40 persen kita terbantu dari alam (enceng gondok dan limbah udang dan ikan)," terangnya. 

Di sisi lain, yang semula dia hanya menjual telur mentah kini juga berkembang dengan membuat telur asin. Dia bisa memproduksi sekitar 300 sampai 400 butir telur asin per harinya. 

BACA JUGA:Curat dan Narkotika Mendominasi di Kebumen Sepanjang Tahun 2025

BACA JUGA:Rutan Kelas IIB Kebumen Bagikan Premi Warga Binaan Aktif

Menurutnya, permintaan pembeli terhadap telur asin terus meningkat, terutama dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) selain dari pengrajin telur asin. 

"Dari MBG apabila ambil, kita kasih. Karena saking banyaknya MBG kita kadang kewalahan," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: