Banner v.2

Cakupan MBG di Kebumen Terus Diperluas

Cakupan MBG di Kebumen Terus Diperluas

Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Klopogodo, Kecamatan Gombong antusias saat menerima program MBG.--

- Sudah Sasar 187.752 Penerima Manfaat

- 71 SPPG Dinyatakan Siap Beroperasi

KEBUMEN - Cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kebumen terus diperluas. Sejak diujicobakan pada April 2025, hingga pertengahan Oktober 2025 ini, proram MBG di Kebumen telah menyasar 187.752 siswa atau penerima manfaat. 

Jumlah penerima manfaat itu dipastikan akan semakin banyak. Ini setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan saat ini sudah ada 71  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah siap beroperasi.

Menurut keterangan Koordinator Wilayah Kabupaten Kebumen, Dwi Sekartiasih Magfirah,  BGN baru saja merilis 71  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah dinyatakan memenuhi syarat dan siap beroperasi di Kebumen. Hal itu sudah dilaporkan dan dikoordinasikan dengan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani Fuad.

"Kami berharap dukungan dan sinergi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen agar pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," ujarnya, kemarin (21/10).

Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani Fuad mengungkapkan, secara umum pelaksanaan program MBG di Kebumen cukup baik. Minus insiden di Petanahan, para pelaksana dan mitra MBG melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga cakupannya semakin luas.

Cakupan MBG di Kebumen saat ini sudah 65 persen. Bahkan, jumlah SPPG di Kebumen terus tumbuh dan menjadi salah satu tertinggi tidak saja di Jawa Tengah bahkan Indonesia.

Namun di saat yang sama, Bupati mengingatkan agar seluruh pihak dapat menyukseskan program MBG ini. Tidak saja cakupannya yang luas, namun kemanfaatannya juga harus optimal agar program pemerintahan Presiden Prabowo Subiyanto-Gibran Rakabuming Raka ini berjalan maksimal.

Tak kalah penting, Bupati secara khusus meminta SPPG agar benar-benar memenuhi standar kebersihan, sanitasi, dan keamanan pangan, yang mencakup 10 tahapan proses, dari perencanaan dapur, penyiapan dan pengolahan bahan, packaging, distribusi, hingga proses pencucian alat makan setelah digunakan.

Selain itu, ia juga menyoroti potensi pemanfaatan produk pangan lokal untuk mendukung UMKM daerah.  Bupati mendorong program MBG dapat menyerap hasil pertanian lokal Kebumen agar UMKM bisa berjalan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen,  dr Iwan Danardono mendorong SPPG-SPPG di Kebumen mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai salah satu syarat keamanan kesehatan. 

Iapun meminta seluruh pengelola dapur dan petugas mematuhi prosedur kebersihan dan sanitasi secara ketat. Hal ini perlu ia tegaskan agar kejadian siswa keracunan setelah mengonsumsi MBG di Petanahan tidak terulang. 

"Kami dari Dinkes menjaga agar jangan sampai terulang lagi kejadian kemarin. Tolong patuh pada aturan, kasus kemarin itu ternyata ada bakterinya,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: