Muhammadiyah Siapkan Kader Melek Politik
Ragkaian kegiatan pembukaan Sekolah Demokrasi di Gedung Dakwah PDM Kebumen, Minggu (19/10).--
KEBUMEN – Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen secara resmi membuka Sekolah Demokrasi, Minggu (19/10), di Gedung Dakwah PDM Kebumen.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani dan menjadi langkah nyata Muhammadiyah dalam mempersiapkan warganya, khususnya generasi muda, agar tidak alergi terhadap politik serta memiliki peran aktif sebagai warga negara yang bertanggung jawab.
Ketua Panitia Pramono menjelaskan, Sekolah Demokrasi bertujuan membentuk warga persyarikatan yang berpikiran kritis, berperilaku demokratis, memahami dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, serta aktif berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Program ini akan berlangsung selama enam bulan, diadakan setiap minggu ketiga setelah pengajian Ahad pagi. Awalnya kami menargetkan 40 peserta, namun antusiasme tinggi membuat jumlahnya meningkat menjadi 45 orang. Kami berharap peserta bisa istiqamah mengikuti hingga tuntas,” ujarnya.
Kegiatan ini akan diisi dengan penyampaian materi dan diskusi dengan menghadirkan pemateri dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi, hingga politisi. Salah satu narasumber yang hadir dalam pembukaan ialah Khafid Sirotuddin, Ketua Bidang Kaderisasi Komunitas MPK SDI PP Muhammadiyah sekaligus Pembina Forum Demokrasi Jateng.
Hadir pula dalam acara tersebut Ketua PDM Kebumen Joko Purnomo beserta jajaran pimpinan dan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah se-Kabupaten Kebumen.
Menurut Joko Purnomo, kehadiran Bupati menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap upaya Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan politik masyarakat.
“Sekolah Demokrasi ini merupakan sumbangsih Muhammadiyah dalam dunia perpolitikan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Walau hanya enam kali pertemuan, kami berharap kegiatan ini diikuti dengan sungguh-sungguh hingga selesai karena nanti peserta juga mendapat sertifikat. Semoga imbasnya meluas, tidak hanya bagi warga Muhammadiyah tetapi juga masyarakat Kebumen,” kata Joko.
Sementara itu, Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani dalam sambutannya menyebut Sekolah Demokrasi hadir di waktu yang tepat sebagai sarana pembelajaran politik bagi kader muda Muhammadiyah.
“Sekolah Demokrasi ini bukti bahwa Muhammadiyah tidak hanya berdiri di mimbar, tetapi juga mengedepankan nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Bupati juga mengajak Muhammadiyah bersama pemerintah untuk mewujudkan demokrasi yang menyejukkan dan bermartabat, serta menjadi ruang lahirnya kader politik yang jujur, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Sebagai bentuk dukungan, Bupati memberikan donasi sebesar Rp5 juta untuk kegiatan Sekolah Demokrasi, yang disertai dengan penyerahan cinderamata kepada PDM Kebumen. (fur)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
