Miftahul Ulum: Diperlukan Satgas Pengawasan MBG
Mantan Anggota DPRD Kebumen Miftahul Ulum--
KEBUMEN - Adanya insiden keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu di Petanahan menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk Mantan Anggota DPRD Kebumen Miftahul Ulum.
Dalam hal ini pihaknya menyampaikan perlunya satgas pengawasan MBG. Selain itu juga penting adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait mekanisme pelaporan MBG.
Miftah Ulum menyampaikan program MBG membawa dampak Positif yang sangat besar. Dana dalam setiap dapur umum saja setidaknya mempekerjakan 33 orang. Jika di Kebumen terdapat 80 dapur, maka ini menyerap setidaknya 2.640 orang.
"Itu baru pekerjaannya. Jika setiap dapur memiliki lima supplier dan setiap supplier mempekerjakan lima orang maka terdapat 2.000 yang bekerja. Ini dengan total 4.640 orang terlibat bekerja dengan adanya program MBG," tuturnya, Senin (29/9).
Selain itu, lanjutnya, program MBG juga menyerap banyak komoditas pertanian dan peternakan. Ini seperti sayuran, beras, telur, daging dan lainnya.
"Ini tentunya sangat positif. Untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang mampu menyerap tenaga kerja sebesar itu, jika dilakukan oleh Pemkab tentu membutuhkan dana yang cukup banyak. Namun demikian adanya keracunan diperlukan evakuasi bersama," katanya.
Dalam hal ini Miftahul Ulum menegaskan pentingnya pengawasan secara menyeluruh. Mulai dari suplai bahan baku, proses memasak, pengemasan hingga penyaluran ke penerima.
"Selain itu penting juga adanya mekanismenya yang jelas terkait alur pelaporan. Misalnya saat guru mencicipi makanan MBG dan ternyata basi, maka gitu harus menolak dan mekanisme ini harus jelas," paparnya.
Dengan begitu diharapkan program MBG dapat berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sekedar mengingatkan, sebelumnya diberitakan jika ratusan siswa di Kecamatan Petanahan mengalami keracunan usai menyantap menu soto dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (25/9)
Terdata sebanyak 101 siswa dari beberapa sekolah yang mengalami keracunan. Beberapa diantaranya dilarikan ke Puskesmas Petanahan dan RS PKU Muhammadiyah Petanahan sejak Kamis sore hingga malam. (mam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

