Pengamat: PPPK Jadi Momok Sekolah Swasta
Pengamat Pendidikan Kebumen, Agus Hasan--
KEBUMEN-Salah satu Pengamat Pendidikan di Kebumen, Agus Hasan menanggapi pernyataan Mantan Bupati Kebumen, H Mohammad Yahya Fuad terkait guru PPPK yang dikembalikan ke sekolah asal atau swasta.
H Mohammad Yahya Fuad pernah menyoroti guru-guru yang sebelumnya mengajar di sekolah swasta, kemudian berpindah ke sekolah negeri saat sudah menjadi guru PPPK.
Menurutnya hal ini menjadi momok bagi sekolah swasta, karena guru guru itu merupakan guru terbaik di sekolah tersebut. Terkait dengan hal itu, nantinya akan dibicarakan kembali dengan Menteri Pendidikan Dasar. Ini agar guru-guru yang diterima menjadi guru PPPK bisa dikembalikan ke sekolah asal.
Agus Hasan menyampaikan kebijakan PPPK yang boleh balik tugas ke sekolah awal dapat dilihat dari beberapa sisi. Bagi sekolah awal khususnya swasta akan diuntungkan karena tidak terbebani biaya SDM. Selain itu sekolah tersebut juga kehilangan guru senior yang berpengalaman. Bahkan PPPK yang dimaksud tetap bisa bertugas di sekolah yang dekat dengan domisilinya.
BACA JUGA:Pemkab Kebumen Raih Penghargaan E Catalog Produk Dalam Negeri Terbanyak
"Namun bagi pemerintah ini menjadi hal yang perlu dikaji. Karena PPPK tidak hanya sekedar merubah status guru tapi juga mengisi kebutuhan tenaga pendidik (tendik) di sekolah baru yang akan diisi," tuturnya, Kamis (13/2).
Dimana, lanjutnya, lowongan PPPK dilaksanakan jika terdapat kekurangan guru di sekolah yang dikelola oleh pemerintah.
Terkait dengan hal tersebut, diharapkan pemerintah dapat menghitung ulang kebutuhan guru secara tepat. Selain itu merekrut kebutuhan guru baru sesuai kebutuhan.
"Diharapkan pula pemerintah dapat memberikan program kesejahteraan bagi sekolah yang belum bisa memberikan honor atau gaji atau reward kepada sekolah-sekolah yang belum layak," ungkapnya.
Adanya Guru PPPK yang ditempatkan di sekolah swasta, hampir sama dengan program guru bantu yang dulu pernah dilaksanakan oleh pemerintah. Dalam hal ini Guru PNS ditempatkan sebagai guru bantu di sekolah swasta. (mam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
