Banner v.2

Pesanan Pin Garuda Jelang 17 Agustus Sepi, Pengrajin Kuningan Pasir Wetan Terpuruk

Pesanan Pin Garuda Jelang 17 Agustus Sepi, Pengrajin Kuningan Pasir Wetan Terpuruk

Aktifitas pekerja di workshop milik Kusnadi di Desa Pasir Wetan yang sedang mengerjakan pesanan atribut kedinasaan berbahan kuningan, Kamis (7/8/2025).-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2025, pengrajin kuningan di Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, justru menghadapi kenyataan pahit. 

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pesanan pin dan emblem Garuda yang biasa membanjiri menjelang Agustusan, tahun ini sama sekali tidak ada.

“Sampai sekarang belum ada satu pun pesanan pin Garuda. Tahun kemarin memang ada, tapi juga sudah tidak banyak. Sejak ada corona, jumlah pesanan turun terus,” ujar Kusnadi (63), salah satu pengrajin kuningan yang telah meneruskan usaha keluarganya sejak kecil.

Menurut Kusnadi, sepinya pesanan terjadi sejak pandemi COVID-19 melanda. Sebelumnya, permintaan pin Garuda bisa mencapai ribuan buah per tahun, dengan mayoritas pemesan berasal dari luar daerah. 

BACA JUGA:Menjaga Warisan Legit Wajik Kletik dari Lereng Kalibening

“Biasanya dari Jakarta, tapi sekarang gak tau dioper ke mana. Dulu bisa ramai, sampai libatkan sepuluh pekerja. Sekarang paling tiga orang, itu pun saya ikut kerja,” katanya.

Kusnadi yang tinggal di RT 4 RW 2 Pasir Wetan menjelaskan bahwa wilayah tempat tinggalnya memang menjadi sentra pengrajin kuningan. Dalam satu RW, hampir 30 pengrajin masih bertahan, meski harus menghadapi penurunan omzet hingga 50 persen.

“Yang penting usaha tetap jalan. Walaupun turun, tetap bertahan. Kalau pas tahun ajaran baru, biasanya ada pesanan sabuk atau emblem untuk sekolah-sekolah kedinasan,” tambahnya.

Untuk saat ini, permintaan yang datang lebih banyak berkaitan dengan keperluan sekolah. Pin dan emblem seperti SPM (Sekolah Pelayaran Menengah) masih ada pesanan, namun tidak signifikan dibandingkan pesanan pin Garuda pada tahun-tahun sebelumnya.

“Krisisnya sudah lama. Bahkan sebelum korona sebenarnya sudah mulai berkurang. Sekarang ya paling bikin Garuda untuk helm, itu pun terbatas, ratusan keping saja,” ujar Kusnadi.

BACA JUGA:Yang Tua Yang Bertenaga, Gowes Dari Kota Satria Sampai Pulau Dewata

Ia mengungkapkan bahwa event-event seperti lomba lari yang kerap digelar di Purwokerto juga tidak memberikan dampak berarti terhadap permintaan kerajinan mereka.

“Belum pernah dapat order buat medali lari. Mungkin mereka banyak pesan online. Kami bisa bikin, tapi paling pernah ada pesanan untuk atlet di kejuaraan antar fakultas di Unsoed, bukan event lari umum, sama medali yang niasa digunakan wisuda,” jelasnya.

Meski kondisi usaha tak secerah dahulu, Kusnadi tetap optimis dan berharap kondisi segera membaik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: