Jelang New Normal, Sektor UMKM di Cilacap Menggeliat
UMKM di Cilacap sebelum pandemi.
CILACAP - Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) diyakini bisa bangkit menjelang penerapan kenormalan baru (new normal). Pasalnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Cilacap, mencatat ada 2.047 kegiatan usaha di Kabupaten Cilacap.
Kepala Bidang Pengendalian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Cilacap, Mambang Retno mengatakan, sejak adanya pandemi Covid-19, kegiatan UMKM di Cilacap menggeliat. Pasalnya, banyak kegiatan jual beli online ataupun usaha berbasis lokal lainnya.
"Meski nilai investasinya hanya Rp 5 juta atau Rp 10 juta namun tetap stabil dan jumlahnya lebih banyak. Jadi nanti 2020 investasi UMKM akan banyak," ujarnya.
Dia menjelaskan, berdasarkan laporan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), tercatat sudah ada Rp 95.483.686.615 yang masuk di Kabupaten Cilacap untuk jenis investasi UMKM.
Dengan prosentase kegiatan usaha 1,59 persen tanaman, pangan, perkebunan dan pertenakan, 5 persen hotel dan restaurant, 23,27 persen industri makanan, 45,91 persen perdagangan dan reparasi, jasa lainnya 3,95 persen dan 20,27 persen kegiatan usaha lainnya.
"UMKM kuliner cukup banyak, meski investasi mereka kecil namun karena banyak jumlahnya bisa berjalan dengan lancar," pungkasnya. (ray)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
