Ikan di Sungai Serayu
Warga di wilayah Kecamatan Banyumas memanen berbagai jenis ikan di Sungai Serayu, Sabtu (24/1), menyusul fenomena ikan mabuk yang muncul ke permukaan sungai.-SUBARKAH UNTUK RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Warga di wilayah Kecamatan BANYUMAS memanen berbagai jenis ikan di Sungai Serayu, Sabtu (24/1), menyusul fenomena ikan mabuk yang muncul ke permukaan sungai. Peristiwa ini terjadi meski debit air terpantau normal, namun warna air terlihat lebih keruh dari biasanya.
Salah seorang warga RT 1 RW 1 Desa Papringan, Sukimin, mengatakan kejadian mulai terlihat sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, banyak ikan mendadak muncul ke permukaan dan bergerak lemah ke pinggir sungai.
“Debit air normal tapi warna keruhnya lebih pekat dibanding hari biasanya. Ikan-ikan mabuk ke pinggir sungai,” ujar Sukimin.
Warga pun berbondong-bondong menangkap ikan menggunakan berbagai alat tangkap tradisional. Bahkan, menurut Sukimin, ada warga yang menangkap ikan hanya dengan tangan kosong karena kondisinya sudah lemah dan mudah diambil.
BACA JUGA:Banjir Bandang di Desa Serang, Satu Korban Meninggal Dunia dan Dua Luka
Meski sebagian warga merasa senang karena memperoleh ikan dalam jumlah banyak, di sisi lain muncul kekhawatiran terhadap keberlangsungan populasi ikan di Sungai Serayu. Beberapa warga bahkan menjual hasil tangkapan tersebut.
Kekhawatiran semakin besar karena belum lama ini dilakukan penebaran benih ikan dan udang di Dermaga Desa Papringan. Warga khawatir, ikan-ikan kecil justru paling terdampak akibat fenomena tersebut.
“Belum lama ini, di Dermaga Desa Papringan ada tebar benih ikan dan udang. Ikan besar-besar saja mabuk, yang masih kecil kondisinya bagaimana?” tukas Sukimin.
Warga mengaku tidak mengetahui penyebab pasti ikan mabuk di Sungai Serayu. Sukimin menyebut, sebelum kejadian, sempat terlihat banyak sampah dan perubahan warna air menjadi lebih pekat.
BACA JUGA:Di Balik Banjir Lumpur, Warga Banyumas Raup Tangkapan Ikan
Terpisah, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Lestari Kaliku Rawalo, Ahmad Saebani, mengatakan kondisi ikan mabuk tidak hanya terjadi di wilayah Sungai Serayu Kecamatan Banyumas. Hasil pemantauan mereka menunjukkan dampak hingga ke bagian atas Bendung Gerak Serayu.
“Hasil pemantauan kami, ikan mabuk sampai di atas Bendung Gerak Serayu. Kondisi bawah bendung terpantau masih aman, belum terlihat dampaknya,” terang Saebani.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Pokmaswas, fenomena ikan mabuk diduga merupakan dampak lanjutan dari banjir lumpur yang terjadi di lereng Gunung Slamet. Lumpur dan material yang terbawa hingga ke hilir berpotensi merusak ekosistem sungai.
“Apakah Banyumas akan menjadi the next Sumatra dan Aceh versi Pulau Jawa? Ketahanan pangan menjadi program unggulan, tapi justru pusat tumbuhnya pangan dirampok,” tandas Saebani. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
