263 Napi Risiko Tinggi Dipindahkan ke Pulau Nusakambangan
Ratusan narapidana akan menyeberang ke pulau Nusakambangan menggunakan kapal Pengayoman dengan penjagaan ketat.-Humas Lapas Pasir Putih-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Upaya memperkuat sistem pengamanan lembaga pemasyarakatan dilakukan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dengan memindahkan ratusan narapidana berisiko tinggi ke Nusakambangan, Kamis (23/4/2026) malam.
Pemindahan ini menjadi bagian dari strategi penataan warga binaan dengan tingkat risiko tinggi.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi menyebut, langkah tersebut sebagai bagian dari konsolidasi pengamanan nasional.
"Pemindahan ini bukan hanya memindahkan orang, tetapi memindahkan risiko. Jika mereka tetap tersebar di lapas asal, potensi gangguan keamanan lebih sulit dikendalikan," ujarnya.
BACA JUGA:1.815 Narapidana di Nusakambangan dan Cilacap Terima Remisi Lebaran, Tujuh Langsung Bebas
Sebanyak 263 narapidana dipindahkan dalam operasi terpadu, yang dimulai sekitar pukul 21.50 WIB hingga tiba di Pelabuhan Sodong, Nusakambangan.
Seluruh proses berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat gabungan dan berjalan aman serta terkendali.
Para narapidana berasal dari enam wilayah, yakni Sumatera Utara (44 orang), Riau (103 orang), Jambi (42 orang), Sumatera Selatan (11 orang), Lampung (18 orang), serta Jakarta (45 orang).
"Mereka diklasifikasikan sebagai warga binaan dengan risiko tinggi, sehingga membutuhkan penanganan khusus," tandasnya.
BACA JUGA:Lapas Cilacap Kirim 20 Warga Binaan ke Nusakambangan
Sebanyak 57 personel gabungan dilibatkan dalam pengamanan, terdiri dari unsur Brimob, Sabhara, lalu lintas, serta petugas pemasyarakatan, termasuk tim intelijen dan pengamanan internal (Patnal).
Pengangkutan dilakukan menggunakan tujuh bus, dan kendaraan operasional lain dengan sistem pengawalan tertutup
Pemusatan narapidana berisiko tinggi di Nusakambangan selama ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga keamanan lapas, mengingat fasilitas dan sistem pengawasan di wilayah tersebut lebih ketat.
Setibanya di lokasi, seluruh narapidana langsung diserahkan kepada unit pelaksana teknis di Nusakambangan untuk menjalani pembinaan lanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


