Ketebalan Lumpur Hambat Pencarian, Ahli Ingatkan Risiko Longsor Susulan di Cibeunying
Tim SAR Gabungan mengangkat salah satu jenazah korban longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Sabtu (15/11/2025).-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID – Upaya pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, terus berlanjut dengan kondisi medan yang kian sulit. Memasuki hari ketiga, tim SAR gabungan harus berjibaku menembus material longsoran yang mencapai ketebalan hingga delapan meter di sejumlah titik.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam proses pencarian.
“Korban-korban ini tertimbun sangat dalam, terutama di area bawah Dusun Tarukahan. Itu ada kedalaman dari 2–3 meter sampai dengan 8 meter,” ujarnya saat meninjau lokasi bencana, Sabtu (15/11/2025).
Di sisi lain, peringatan potensi longsor susulan disampaikan Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan UGM, Prof Dwikorita Karnawati. Ia mengungkap adanya retakan tanah berbentuk tapal kuda di bagian atas tebing yang sebelumnya longsor.
BACA JUGA:Longsor Majenang: Satu Orang Ditemukan di Hari Keempat Operasi Pencarian
“Retakan Tapal Kuda adalah batas antara lereng yang masih stabil dan bagian yang mulai bergeser. Bila hujan turun dan air meresap ke dalam retakan tersebut, pergerakan tanah bisa makin cepat dan memicu longsor susulan,” katanya.
Menurutnya, pola retakan menunjukkan adanya pergerakan tanah aktif yang mengarah langsung ke jalur longsor utama. Ia juga meminta petugas dan warga agar meningkatkan kewaspadaan, karena kestabilan lereng bisa berubah dalam hitungan menit ketika hujan mulai turun.
"Area longsor harus segera dikosongkan begitu hujan turun. Bahkan hujan ringan pun bisa mempercepat pergerakan tanah,” imbuhnya.
Memasuki hari keempat, Minggu (16/11/2025), pencarian mulai menunjukkan perkembangan. Tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia.
BACA JUGA:Percepat Evakuasi Korban Longsor Cibeunying Cilacap, Pemprov Jateng Datangkan Tambahan Alat Berat
Kepala Kantor SAR Cilacap, M Abdullah, saat update operasi SAR pukul 12:30 WIB, mengatakan, korban bernama Kasrinah (47) ditemukan di worksite A-2, Dusun Cibuyut, sekitar pukul 12.03 WIB.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Di lokasi tersebut (worksite A-2) masih tersisa tiga korban lagi yang belum ditemukan,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Kasrinah menjadi korban meninggal ke-12 sejak operasi pencarian dimulai. Dengan penemuan itu, masih ada 11 warga yang dilaporkan hilang.
Abdullah menambahkan, kondisi cuaca di lokasi cukup cerah sehingga pencarian dapat dilanjutkan hingga sore hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
