Banner v.2

Harapan Sekolah dan Pendapatan Perempuan di Cilacap Masih Rendah

Harapan Sekolah dan Pendapatan Perempuan di Cilacap Masih Rendah

Meski di tengah ketimpangan pendapatan, perempuan tetap menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi lokal.-REGINA GAYUH/RADARMAS-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID – Tingkat ketimpangan gender di Kabupaten Cilacap masih cukup tinggi. Berdasarkan data terbaru, posisi Cilacap masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah dan nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di berbagai bidang masih perlu banyak diperjuangkan.

Ketua Tim Kerja Pemberdayaan Perempuan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP PA), Heni, mengatakan bahwa ketimpangan paling mencolok terlihat pada sektor pendidikan dan ekonomi.

“Berdasarkan data dari BPS, angka harapan lama sekolah untuk laki-laki masih lebih tinggi dibandingkan perempuan. Artinya, masih ada sebagian perempuan di Cilacap yang belum memiliki kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan,” ungkap Heni.

Menurutnya, hal itu disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, pernikahan dini, hingga masih adanya pandangan bahwa pendidikan tinggi tidak terlalu penting bagi perempuan.

BACA JUGA:Dorong Perempuan Pilih Perempuan, Keterwakilan di DPRD Cilacap Masih Rendah

Selain pendidikan, ketimpangan juga terlihat dari tingkat pendapatan harian, di mana perempuan hanya berkontribusi sekitar 26 persen, sementara laki-laki mencapai 73 persen. 

“Timpangnya masih sangat jauh. Masih banyak perempuan yang bekerja di sektor informal dengan penghasilan rendah dan belum memiliki akses modal yang memadai,” katanya.

Heni juga mendorong masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap peran perempuan.

BACA JUGA:Tak Sekadar Pelatihan, PEP Dorong Perempuan Cilacap Wujudkan Kemandirian Finansial

“Kesetaraan gender bukan berarti menyaingi laki-laki, tetapi memberi kesempatan yang adil untuk tumbuh dan berkontribusi sesuai potensi masing-masing,” ujarnya.

Heni menegaskan, kesenjangan ini harus menjadi perhatian bersama. Karena jika melihat jumlah populasi perempuan di Cilacap lebih banyak daripada laki-laki. Jika perempuan diberi kesempatan dan dukungan yang sama, potensi mereka sangat besar untuk membantu perekonomian keluarga bahkan daerah.

Untuk menekan ketimpangan tersebut, pihaknya terus mendorong berbagai program pemberdayaan perempuan, seperti pelatihan keterampilan, pendampingan usaha mikro, dan peningkatan peran perempuan dalam pembangunan desa.

“Kesetaraan gender bukan hanya soal angka, tapi soal kesempatan yang sama. Kalau perempuan berdaya, maka kualitas keluarga dan masyarakat juga ikut naik,” pungkasnya. (gia)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: