Tanaman Padi Rebahan, Dipanen Lebih Awal
PANGGUL PADI: Seorang wanita sedang mbawon, memanggul tanaman padi untuk dirontokkan, Senin (20/6). Panen dilakukan lebih awal lantaran banyak tanaman padi yang rebahan karena terdampak hujan disertai angin kencang di Desa Purwodadi Kecamatan Tambak. (FIJRI/RADARMAS)
TAMBAK - Sebagian tanaman padi di real persawahan di Desa Purwodadi Kecamatan Tambak rebah. Terdampak intensitas hujan tinggi disertai angin kencang.
Petani, Teguh menyampaikan lantaran rebah tanaman padi terpaksa dipanen lebih awal. Seharusnya panen masih sekitar lima hari lagi.
"Tanaman padi rebah jelas mengurangi produktivitas panen. Turun kisaran 20 persen, " rinci Teguh, Senin (20/6) di sela aktivitasnya.
Produktivitas panen menurun karena masih ada padi yang hijau. Terburu dipanen untuk mengurangi resiko kerugian semakin banyak.
Cuaca yang tidak menentu dikhawatirkan kembali terjadi intensitas hujan tinggi. Tanaman padi rebah dapat terendam air lagi.
"Repot kalau hujan lagi belum dipanen. Padi terendam bisa tumbuh, " imbuh Teguh.
Teguh menunjukan areal persawahan di sekitarnya yang tanaman padi mengalami rebah. Mayoritas sudah memasuki masa panen.
https://radarbanyumas.co.id/tanggul-jebol-di-sumpiuh-ditutup-gunakan-karung-plastik-isi-tanah-sedang-dibangun-parapet/
Tanaman padi rebah yang tergenang air juga berpengaruh pada warna beras. Warna bulirnya menjadi kusam. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


