Banner v.2

17 Tahun Tak Tersentuh, Revitalisasi Pasar Segamas Purbalingga Dianggarkan Rp 495 Juta

17 Tahun Tak Tersentuh, Revitalisasi Pasar Segamas Purbalingga Dianggarkan Rp 495 Juta

Kondisi Pasar Segamas Purbalingga yang akan mulai direvitalisasi tahun ini setelah 17 tahun hanya mengandalkan pemeliharaan rutin.-Alwi Safrudin/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Pemerintah Kabupaten Purbalingga akhirnya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 495 juta untuk merevitalisasi sarana dan prasarana Pasar Segamas. Langkah ini menjadi titik awal pembenahan pasar tradisional terbesar di Purbalingga yang selama 17 tahun terakhir belum pernah mendapatkan revitalisasi menyeluruh.

Selama ini, Pasar Segamas hanya mengandalkan pemeliharaan rutin sejak terakhir kali dilakukan revitalisasi pada tahun 2009. Kondisi tersebut membuat sejumlah fasilitas pasar mengalami kerusakan di berbagai titik.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) UPTD Pasar Wilayah I, Retno Sylvia menjelaskan, anggaran revitalisasi dibagi ke dalam dua proyek utama. Yakni perbaikan saluran drainase sebesar Rp 95 juta dan pengecatan serta pembenahan fasilitas lainnya sebesar Rp 400 juta.

“Untuk perbaikan drainase, tahap perencanaan sudah selesai dan saat ini sedang dalam proses pengadaan. Insyaallah akan mulai dikerjakan pada bulan Juni. Sementara untuk pengecatan dan perbaikan lainnya masih dalam tahap perencanaan dan kemungkinan dilaksanakan pada bulan Juli,” jelas Retno, Senin (25/5/2026).

BACA JUGA:Kemacetan Depan Pasar Segamas Tuntas, Dinhub Purbalingga Pindah Angkot ke Lokasi Transit Baru

Revitalisasi tersebut merupakan tindak lanjut hasil identifikasi kerusakan yang dilakukan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga pada awal Mei lalu. Dalam proses pendataan, dinas juga melibatkan Paguyuban Pedagang Pasar untuk memetakan berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan pedagang.

Dari hasil identifikasi lapangan, ditemukan sejumlah kerusakan yang dinilai cukup mengganggu aktivitas perdagangan. Mulai dari atap kios bocor, cat bangunan yang lapuk, paving jalan rusak, hingga saluran drainase yang mampet.

Perbaikan drainase menjadi prioritas awal lantaran kondisi saluran yang buruk kerap memicu genangan air saat hujan turun. Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu keluhan utama pedagang maupun pengunjung pasar.

Dengan dimulainya revitalisasi tersebut, pemerintah daerah berharap kenyamanan aktivitas jual beli di Pasar Segamas dapat meningkat sekaligus memperbaiki wajah pasar tradisional di pusat kota Purbalingga. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: