Jaga Regenerasi Lengger di Era Milenial
JAGA TRADISI: Usvatun sedang dipasangkan kalung persiapan manggung. (FIJRI/RADARMAS)
Sudah Manggung Sejak Kelas 1 SMP
SUMPIUH-Namanya Usvatun. Usianya baru 16 tahun masih kelas 2 sekolah menengah kejuruan.
Meski kawula muda nan milenial, soal lengger sudah terbilang jago. Sejak kelas 1 sekolah menengah pertama berani manggung.
"Pertama kali manggung, grogi. Kurang percaya diri karena paling muda diantara pemain lengger yang lain," ujar Usvatun, Jum'at (1/4).
Menurut Us, panggilan akrabnya. Lengger itu unik. Ada yang berbeda ketimbang tari lainnya. Oleh karena itu, menyukai.
Siswa jurusan Karawitan SMKN 3 Banyumas itu mengaku semenjak kecil menggemari tari. Menjadi seniman lengger merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan diri.
Dengan terjun langsung sebagai lengger. Juga, menjadi bagian dari regenerasi. Mengingat sulitnya lahir generasi penerus.
"Menjadi lengger kemauan sendiri. Ada semacam panggilan hati. Dari kelas 6 sekolah dasar bergabung di sanggar," tutur Usvatun.
Kiprah Usvatun sebagai lengger masih di wilayah Banyumas. Dari satu panggung ke panggung lainnya memberikan banyak pengalaman. Tempaan untuk menggapai impian.
https://radarbanyumas.co.id/lengger-lanang-banyumas-tetap-eksis-dan-menghipnotis/
Sekolah sekaligus menekuni dunia lengger. Bagi Usvatun dijalani dengan gembira. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


