Banner v.2

Plang Larangan Rentenir Belum Efektif

Plang Larangan Rentenir Belum Efektif

EDUKASI: Salah satu bentuk imbauan dari pemerintah agar masyarakat tidak terjerat rentenir. (DOK RADARMAS) TAMBAK-Memerangi rentenir dan bank keliling tidak mudah. Pemasangan plang larangan nyatanya belum efektif. Padahal plang larangan masuknya rentenir ke desa terpasang masif pada titik strategis. Di wilayah Kecamatan Tambak, semua desa ada. "Belum banyak perubahan walaupun sudah dipasang plang larangan untuk rentenir. Masyarakat masih melakukan pinjaman ke rentenir," keluh Kepala Desa Prembun Masudi, Senin (28/3). Memutus mata rantai rentenir butuh perjuangan. Tidak cukup hanya pemerintah desa yang bergerak. Tapi, juga kerja sama dari seluruh elemen. Edukasi secara berkesinambungan. Sehingga, masyarakat yang terjerat pinjaman kepada rentenir dapat terbuka pola pikirnya. "Ada rencana menindaklanjuti setelah pemasangan plang belum efektif. Pembahasan bagaimana alternatif lain solusi," imbuh Masudi. Permasalahan rentenir yang masuk ke desa bukan persoalan sepele. Sebab, telah meresahkan. Sejatinya, rentenir bukan menolong. Melainkan memperburuk keadaan. https://radarbanyumas.co.id/mantan-camat-kedungbanteng-14-kades-dan-pejabat-di-pemkab-banyumas-diperiksa-kejari-purwokerto/ Masudi menceritakan sebagai kepala desa kerap menyelesaikan masalah rumah tangga yang dipicu oleh hutang pada rentenir atau bank keliling. Satu orang bisa melakukan pinjaman hingga puluhan juta dan ke beberapa rentenir sekaligus. Masalah mulai muncul ketika rentenir mulai meminta setoran pembayaran hutang. (fij)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: