Ciptakan Tari Batik untuk Ikon Desa
REGENERASI: Remaja bersemangat latihan tari batik.
BANYUMAS - Oemah Gamelan Desa Pekunden Kecamatan Banyumas menciptakan tari batik. Menyusul bakal dicanangkannya Pekunden sebagai desa wisata.
"Tari batik merupakan garapan tari baru yang dijadikan ikon di Oemah Gamelan khususnya dan Desa Pekunden umumnya," kata pemilik Oemah Gamelan Eko Kuntowibowo, Senin (29/11).
Pembuatan tari batik membutuhkan waktu selama delapan minggu. Mulai dari pencarian ide, membuat koreo, penyusunan iringan musik hingga penari menguasai gerakan.
Eko menggandeng penata tari Dwi Ananda Maharani Saputri. Alumni SMKN 3 Banyumas jurusan tari. Dalam pembuatan sebuah karya dibutuhkan orang yang berkompeten di bidangnya.
Ada hal yang paling berkesan selama menggarap tari batik. Kata Eko yang berperan sebagai penata iringan yakni menyatukan antara musik dan gerak.
Dalam proses pembuatan karya tari. Musik iringan bisa hadir terlebih dahulu atau sebaliknya. Artinya penata tari harus mampu menyesuaikan dengan alunan musik iringan yang hadir terlebih dahulu.
Walaupun pada kenyataannya akan saling berkomunikasi atau berinteraksi dalam memadukan. Atau menyatukan musik iringan dengan pola lantai, gerak yang akan dihadirkan.
"Tari menggambarkan orang sedang membatik. Anak perempuan yang asyik belajar membatik, memberikan warna pada kain dari canting," jelas Eko.
Di dalam kain batik terdapat gambar gerabah atau pecah belah dari tanah liat. Juga, sepasang sayap, untaian padi, bunga melati mekar dan berbagai tumbuhan yang melengkapi keindahan motif batik.
https://radarbanyumas.co.id/pusarla-venkata-sindhu-kagumi-tari-kecak/
Gerakan tari batik sangat lincah dan perasaan gembira. Serta diiringi musik gamelan.
Galuh Ajeng Ismayasih salah satu penari mengaku senang mendapatkan kesempatan perdana untuk mempopulerkan tari batik. Sekaligus menyalurkan hobi.
"Dari kecil sudah suka menari, senang bisa menjadi penari tari batik," tandas Ajeng. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
