Penanganan PGOT Masih Terbentur Anggaran
PURWOKERTO - Belum adanya upaya maksimal penanganan Pengamen Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) di Kota Purwokerto, masih terbentur anggaran.
Dari pantauan Radarbanyuma.co.id, seperti tahun 2020 lalu, beberapa simpang saat ini masih marak dengan aksi Pengamen Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) seperti yang terlihat di Simpang Karangbawang hari ini, Sabtu (30/1).
https://radarbanyumas.co.id/bupati-husein-diingatkan-usulan-pemadaman-lpju-bisa-jadi-celah-kriminalitas/
Menanggapi hal tersebut, Budi Suharyanto, Kabid Perlindungan Jaminan Rehabilitasi Sosial (PJRS) Dinsospermades mengatakan, untuk saat ini penanganan PGOT masih menunggu perkembangan.
"Kita masih nunggu perkembangannya seperti itu, kita kemarin sudah rapat koordinasi dengan Satpol dan Polres. Tetapi untuk penanganan maksimal, kita masih terbentur anggaran," katanya kepada Radarbanyumas.co.id.
Dimana penanganan maksimal tersebut, pihaknya melanjutkan, belum adanya anggaran untuk mengirim PGOT ke balai rehabilitasi milik Provinsi.
"Biasanya rehabilitasi kita pakai panti-panti rehabilitasi milik provinsi. Sedangkan panti-panti sekarang menerapkan prokes ketat, sehingga hasil SWAB atau untuk SWAB itu tidak ada anggaran," lanjutnya. (win)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


