E-Warung Enggan Ribet, Komoditas BPNT Rusak Diganti Terlebih Dulu
CEK: TKSK dan Kasi Permas Kecamatan Sumpiuh monitoring penyaluran BPNT terdampak covid 19. FIJRI/RADARMAS
SUMPIUH - E-warung dapat melakukan pengembalian komoditas bantuan pangan non tunai (BPNT) yang mengalami kerusakan. Dengan catatan maksimal waktu klaim tiga hari sejak waktu penyaluran.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat (Permas) Kecamatan Sumpiuh Musrifah Tohir menuturkan kebanyakan e-warung memilih enggan ribet. Misalnya, ketika telur pecah di bawah sepuluh butir.
"Pemilik e-warung mengganti telur pecah dengan yang utuh untuk keluarga penerima manfaat. Telur pecah dimasak sendiri," kata Musrifah di sela monitoring.
https://radarbanyumas.co.id/bantuan-pangan-non-tunai-ternyata-bikin-pasar-lesu/
Alur penggantian komoditas rusak dari e-warung dikumpulkan ke ketua forum e warung kecamatan. Setelah difoto, oleh ketua diteruskan ke forum kabupaten untuk meminta ganti dari supplier. E-warung lalu menunggu komoditas datang.
Pertimbangan e-warung agar penyaluran BPNT ke keluarga penerima manfaat lebih mudah. Sehingga, keluarga penerima manfaat tidak bolak-balik mengambil kekurangan yang rusak.
"Setiap bulan dalam penyaluran BPNT pasti ada komoditas rusak. Karena memang pengangkutan dalam jumlah besar. Tingkat kerusakan masih wajar," imbuh Musrifah.
Pada kegiatan monitoring kali ini, Musrifah dan Kasih menjumpai sekitar dua kilogram komoditas buah jeruk dalam kondisi rusak. Tidak hanya telur pecah, e-warung juga dapat meminta ganti jeruk busuk atau dalam kondisi tidak bisa dikonsumsi. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
