El Nino Berpotensi Picu Kekeringan di Cilacap
Kantor BMKG Kabupaten Cilacap.-JULIUS/RADARMAS-
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
Kantor BMKG Kabupaten Cilacap.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Fenomena El Nino kembali menjadi sorotan dan mulai diwaspadai, termasuk di wilayah Cilacap dan sekitarnya.
Meski kondisi cuaca saat ini masih tergolong normal, potensi dampaknya ke depan tidak bisa diabaikan.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo menjelaskan, El Nino merupakan bagian dari fenomena global ENSO (El Niño-Southern Oscillation) yang berpengaruh besar terhadap pola cuaca di Indonesia.
Menurutnya, saat El Nino terjadi, curah hujan di Indonesia cenderung menurun. Kondisi ini bisa memicu kekeringan di berbagai wilayah, termasuk Cilacap.
BACA JUGA:Antisipasi El Nino, Cilacap Kebut Percepatan Masa Tanam Padi
“Dampaknya di Indonesia, El Nino biasanya menyebabkan curah hujan berkurang sehingga berpotensi terjadi kekeringan,” jelasnya, Kamis (16/4).
Jika kondisi ini benar-benar terjadi, sejumlah sektor diprediksi akan terdampak.
Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan. Lahan pertanian berisiko mengalami kekeringan yang dapat berujung pada menurunnya hasil panen.
Tak hanya itu, ketersediaan air bersih juga bisa ikut terganggu.
BACA JUGA:BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem, Cilacap Rawan Longsor dan Banjir
Sumber air seperti sumur dan mata air berpotensi mengalami penurunan debit, terutama di wilayah perbukitan dan daerah rawan kekeringan.
Meski begitu, masyarakat belum perlu panik. Hingga saat ini, kondisi ENSO masih berada dalam fase netral.
Namun, memasuki paruh kedua tahun 2026, terdapat peluang munculnya El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat.
“Sampai semester pertama ini masih netral. Memasuki semester kedua, ada peluang menuju El Nino lemah atau moderat,” tambahnya.
BACA JUGA:Cuaca Buruk, Pasokan Ikan di Dermaga 3 Cilacap Terbatas
Teguh juga meluruskan isu yang beredar terkait istilah “El Nino Godzilla”. Ia menegaskan bahwa istilah tersebut bukanlah istilah resmi dalam dunia klimatologi.
Dengan potensi yang ada, masyarakat diimbau tetap waspada dan mulai mengantisipasi dampak perubahan cuaca, terutama terkait kemungkinan kekeringan.
BMKG pun memastikan akan terus memantau perkembangan iklim dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala kepada masyarakat. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
