Pasar Desa Kedungpring, Kemranjen Ditutup Sementara
ISTIMEWA
DITUTUP: Bhabinkamtibmas Polsek Kemranjen memberi pengertian kepada pedagang saat penutupan Pasar Desa Kedungpring
KEMRANJEN-Pemerintah Desa Kedungpring Kecamatan Kemranjen memutuskan menutup sementara pasar desa hingga situasi kondusif. Tindakan tegas tersebut sebagai upaya untuk menyelamatkan warga.
"Sekarang bukan bicara tentang profit. Tapi, saatnya bicara mengenai kemanusiaan. Bagaimana mengurangi resiko penyebaran virus corona ini," tegas Kepala Desa Kedungpring Sugiyono, Senin (30/3).
Pertimbangan penutupan pasar diantaranya Desa Kedungpring merupakan wilayah perbatasan dengan Kecamatan Sumpiuh. Diketahui, satu positif corona di Kabupaten Banyumas berasal dari Sumpiuh.
Selain itu, di Desa Kedungpring terdapat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Lokasi tidak hanya sebagai tempat pengisian bahan bakar. Juga, digunakan untuk transit pengguna jalan.
Atas dasar kondisi tersebut, pemerintah desa mengambil tindakan cepat untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Pasar desa dan SPBU sebagai tempat segala orang berkumpul.
"Di Pasar Desa Kedungpring itu banyak yang dari luar wilayah desa, ada sekitar lima puluh persen pedagang. Bahkan sampai luar kabupaten. Tren pasien virus corona setiap hari mengalami kenaikan. Penutupan pasar untuk kebaikan semua," papar Sugiyono di ruang kerjanya.
Pasar Desa Kedungpring resmi ditutup pada Sabtu (28/3). Ketika penutupan masih terdapat beberapa pedagang yang berjualan lantaran ketidaktahuan informasi. Pedagang tersebut berasal dari luar desa.
Pemerintah desa bersama Bhabinkamtibmas Polsek Kemranjen dan Babinsa Koramil 11 Kemranjen melakukan sosialisasi kepada pedagang di tempat relokasi pasar. Dikatakan Sugiyono, ketika kelak situasi telah aman. Pihaknya mengijinkan pedagang untuk kembali berjualan.
"Pedagang yang masih datang ke pasar setelah diberi penjelasan memaklumi dan bersedia pulang. Semua yang menjadi pertanyaan pedagang sudah dikomunikasikan," ujar Sugiyono.
Sementara itu, pemerintah desa koordinasi dengan pengelola SPBU untuk penyemprotan disinfektan secara kontinu. Banyak pegawai SPBU merupakan warga Desa Kedungpring. Sehingga, perlu mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus corona. (fij/acd)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
