BPBD Catat 20 Titik Bencana Akibat Cuaca Ekstrem
Longsor di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang.-BPBD UNTUK RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas pada Minggu (23/11) sore menyebabkan puluhan titik bencana alam. Berdasarkan laporan resmi BPBD Kabupaten Banyumas yang diperbarui Senin (24/11) pukul 13.32 WIB, tercatat 20 kejadian bencana dalam satu hari, terdiri dari 5 banjir, 14 tanah longsor, dan 1 insiden cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, mengatakan seluruh kejadian terjadi akibat tingginya curah hujan sejak Minggu sore.
"Semua laporan sudah ditindaklanjuti. Tim Pusdalops dan TRC langsung turun untuk kaji cepat dan berkoordinasi dengan dinas terkait di lapangan," ujarnya.
Lima kecamatan terdampak banjir meliputi Sumpiuh, Lumbir, Kebasen, Tambak, dan Rawalo. Di beberapa wilayah, seperti Kelurahan Sumpiuh, Desa Sawangan Kebasen, Karangpetir Tambak, dan Pesawahan Rawalo, air sudah surut dan kini masuk tahap monitoring.
BACA JUGA:Tanah Longsor di Desa Banjaran Akibatkan Satu Rumah Warga Rusak
Sementara Desa Cingebul Kecamatan Lumbir masih dalam proses kaji cepat untuk mengetahui kerusakan dan kebutuhan penanganan.
Tanah longsor tercatat di tujuh kecamatan, dengan Lumbir menjadi wilayah terbanyak. Longsoran terjadi pada rumah warga, talud, hingga menutup akses jalan lingkungan.
Kejadian lainnya terjadi di Kedungbanteng, Patikraja, Cilongok, Kebasen, Pekuncen, dan Jatilawang. Di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang, gerakan tanah bahkan berdampak pada empat rumah warga.
"Hampir seluruh titik longsor masih dalam proses kaji cepat. Kami memastikan kondisi warga aman dan potensi susulan dapat diantisipasi," kata Abdul.
BACA JUGA:Disdukcapil Cilacap Terbitkan 21 Akta Kematian Korban Longsor Cibeunying
Selain banjir dan longsor, satu insiden cuaca ekstrem juga terjadi di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen. Sebuah pohon tumbang sempat menutup akses jalan, namun sudah tertangani dan dinyatakan selesai.
Abdul menegaskan BPBD terus melakukan pemantauan cuaca dan potensi kerawanan wilayah.
"Kami imbau warga tetap waspada karena intensitas hujan masih tinggi. Jika melihat tanda-tanda bencana, segera laporkan ke Pusdalops BPBD," katanya. (zet)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

