Pertahankan Tradisi Bakar Rumah untuk Leluhur di Bong
Prosesi ritual sembahyang dalam rangka memperingati hari kematian seorang Tionghoa di Bong Sidabowa, Kamis (17/7) dini hari.-ARI UNTUK RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Tradisi pembakaran replika rumah dan pelengkapnya untuk leluhur masih terus dipertahankan dan dilestarikan oleh masyarakat Tionghoa di wilayah Kabupaten Banyumas. Ritual dalam rangka memperingati hari kematian seseorang.
Perajin replika rumah untuk leluhur Ari Desi menceritakan tidak hanya mendapatkan pesanan satu set replika rumah dan umborampenya. Juga, ikut serta membantu prosesi sembahyang.
"Kali ini pembakaran rumah dan perlengkapannya untuk memperingati hari kematian yang ketiga tahun," jelas Ari Desi, Kamis (17/7).
Satu set rumah dilengkapi isi beserta berbagai uborampenya. Antara lain tandu, gunungan emas dan perak, gudang, perahu, mobil, payung, dua penjaga besar, satu dewa pembuka jalan, koper.
BACA JUGA:Tradisi Parak Iwak Jadi Momen Kebersamaan Warga Banjarnegara Jelang Ruwat Bumi
Pada Selasa (15/7), satu set replika rumah sudah diantar ke rumah pemesan yang hendak menyelenggarakan acara. Ada ritual sembahyang terlebih dulu.
"Kemudian pada malam harinya, satu set replika rumah dibawa ke bong. Sembahyang lagi untuk pembakarannya," sambung Ari.
Ari membantu hingga ritual selesai di Bong Sidabowa, Kecamatan Patikraja. Pembakaran replika rumah untuk leluhur digelar sekira pukul 24.00 sampai 02.00 dini hari pada Kamis ini.
Pembakaran replika rumah dan semua perlengkapannya merupakan wujud bakti, penghormatan dan persembahan kepada leluhur. Simbol mengirimkan perbekalan dan kebutuhan leluhur. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
