Kerap Meluap dan Sendat Pengairan, Sungai Angin Dinormalisasi
Penebangan pohon di tanggul Sungai Angin di Desa Nusadadi dalam rangka persiapan pekerjaan normalisasi, Senin (7/7).-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sungai Angin yang melintasi Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh mengalami pendangkalan. Tercatat sedimentasi kisaran rata-rata satu meter. Padahal kedalaman normal sungai sekira tiga meter.
Mantri Pengairan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum (UPTD PU) Wilayah Sumpiuh Teguh Dumadi menyampaikan pendangkalan berimbas pada sektor pertanian. Sebab, di sungai terdapat dua bendung.
"Pendangkalan sungai menyendat aliran air ke areal persawahan seluas 45 hektare di Desa Nusadadi," jelas Teguh, Senin (7/7).
Selain itu, pendangkalan juga menyebabkan air sungai kerap meluap ketika musim penghujan. Karena tidak mampu menampung debit air banjir dari hulu. Luapan tersebut langganan menggenangi pemukiman warga tidak hanya di Desa Nusadadi, juga tetangga desa yaitu Plangkapan Kecamatan Tambak.
BACA JUGA:Jumlah Sampah di Bangunan Talang Sungai Angin Sumpiuh Terus Bertambah
Oleh karena itu, Pemerintah Desa Nusadadi mengusulkan normalisasi Sungai Angin. Supaya pengairan ke areal persawahan lancar untuk mendukung program ketahanan pangan. Serta upaya penanganan bencana alam banjir terdampak luapan sungai.
"Usulan normalisasi terealisasi. Dalam waktu dekat pekerjaan dimulai, alat berat dijadwalkan datang Rabu besok," sambung Teguh.
Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas melakukan normalisasi Sungai Angin. Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah desa, UPTD PU dan warga kerja bakti untuk persiapan pekerjaan.
Kerja bakti berupa penebangan pohon yang berada di tanggul sungai lokasi pekerjaan. Sebanyak 15 pohon diantaranya digunakan untuk akses penyeberangan alat berat.
BACA JUGA:Sampah Menggunung yang Menutup Bangunan Talang di Sungai Angin Mencapai 15 Kubik
"Pekerjaan normalisasi sungai sepanjang 700 meter," tandas Teguh di lokasi.
Nusadadi merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Sumpiuh yang ketika di musim penghujan kerap mengalami banjir menggenangi pemukiman warga. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

