Banner v.2

Kakak dan Ayah Sukendar Dirawat di Rumah Sakit

Kakak dan Ayah Sukendar Dirawat di Rumah Sakit

Sukendar Pulang ke Rumah BANYUMAS-Setelah menunggu hasil pemeriksaan selama satu minggu, keluarga Sukendar (14) warga Desa Karangbawang Kecamatan Ajibarang kembali ke Rumah Sakit Margono Purwokerto, Senin (20/3) dengan menggunakan mobil ambulans dari Puskesmas 1 Ajibarang. Dari hasil pemeriksaan diketahui Arsim (40) dan Darmanto (18) harus menjalani rawat inap. Sukendar hanya menjalani rawat jalan. DIRAWAT: Ayah dan kakak Sukendar harus dirawat di RSMS Purwokerto. Sementara, Sukendar sendiri boleh pulang ke rumah setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. (Lely/Radar Banyumas) Petugas Puskesmas Ajibarang Sri Utami mengatakan, ayah Sukendar, Arsim didiagnosa mengalami Osteoporosis di tulang kaki dan Darmanto mengalami penyumbatan pembuluh pada tulang belakang. Hasil tersebut disampaikan pihak Rumah Sakit saat keluarga Sukendar kembali penjalani pemeriksaan dan penyampaian hasil pihak rumah sakit dari pemeriksaan awal pada Senin (13/3) lalu. "Pada pemeriksaan awal belum diketahui hasilnya dan pemeriksaan kedua sudah diketahui hasilnya yaitu Arsim mengalami Osteoporosis dan Darmanto mengalami penyumbatan pada pembuluh tulang belakang. Keduanya harus menjalani rawat inap. Sedangkan Sukendar hanya rawat jalan,"jelasnya saat mengantar Sukendar dari rumah sakit di rumahnya pada Senin (20/3) pukul 13.15. Untuk sementara, lanjut Sri Utami, Sukendar pulang ke rumah dan menjalani aktivitas seperti semula bersama pihak keluarga. Sementara Arsim dan Darmanto menjalani rawat inap di Ruang Mawar no 09 RSMS Purwokerto ditemani Rasmini dan keluarga. Ia berharap, kondisi kesehatan Arsim dan Darmanto segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga dengan kondisi kesehatan yang lebih baik lagi. "Untuk Sukendar nanti di rumah ditemani keluarga dan aktivitas sehari-hari selama ditinggal di rumah sakit akan bersama keluarga. Ada obat jalan yang harus rutin diminum setiap hari. Tadi sudah minum obat dan istirahat supaya tidak terlalu capek,"katanya. Sementara itu, Sukendar mengatakan, walaupun kakak dan kedua orang tuanya tidak di rumah,ia mengaku berani di rumah karena ada keluarga yang mendampingi. Selain itu, teman-temannya juga datang ke rumah untuk menemani. "Berani di rumah. Ada paman dan keluarga lain yang menemani. Dan karena masih sekokah jadi tidak ikut menemani di rumah sakit,"katanya. Koordinator bantuan Darsim mengatakan, setiap hari bantuan dari masyarakat terus mengalir. Untuk uang sudah mencapai Rp 20 juta yang sudah ditabung dan sembako mulai dari beras, minyak goreng, teh, kopi, susu, mie sampai pakaian dan perabotan dapur serta pakaian sudah terkumpul. "Sampai saat ini jumlah bantuan tercatat dan selalu terdata dengan baik. Semua bantuan diterima langsung oleh keluarga Sukendar. Sampai saat ini masih terus mengalir. Bantuan tersebut diharapkan dimanfaatkan dengan baik,"harapnya.(gus/bdg)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: