Banner v.2

100 Santri Ponpes Andalusia Dikarantina, Hasil Tes Rapid Antigen Positif Covid

100 Santri Ponpes Andalusia Dikarantina, Hasil Tes Rapid Antigen Positif Covid

SEPI: Suasana Ponpes Andalusia sepi. Sebanyak 100 santri harus menjalani karantina karena dari hasil tes rapid antigen positif covid. DARNO/RADARMAS BANJARNEGARA - Sebanyak 100 orang dikarantina di Pondok Pesantren Andalusia di Kelurahan Sokanandi Kecamatan Banjarnegara. Karantina dilakukan setelah yang bersangkutan positif saat menjalani tes rapid antigen, Minggu (6/6). Sedangkan santri yang negatif dipulangkan agar menjalani karantina mandiri di rumah. https://radarbanyumas.co.id/dintan-purbalingga-sempat-tutup-dua-hari-tujuh-pegawai-positif-covid-19/ "Tadinya ada informasi satu orang guru di Andalusia positif covid. Terus kita sarankan untuk karantina. Sudah melakukan karantina dan sudah kita lakukan pemberian obat," kata Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Senin (7/6). Mendapat informasi tersebut, kemudian dilakukan tes rapid antigen. Budhi mengatakan, rapid antigen dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten dibantu Puskesmas setempat. Bagi santri yang negatif saat rapid antigen, dipulangkan agar karantina mandiri di rumah. "Santri yang ada dalam pondok total 240 orang. Kita lakukan tracking semua. Yang 140 sudah keluar hasilnya negatif. Maka kita kembalikan, supaya sementara waktu di rumah dulu," paparnya. Sedangkan 100 orang saat ini dikarantina di pondok. "Anak dan orang dewasa ada di Pondok Pesantren Andalusia," jelasnya. Budhi mengatakan, masih menunggu hasil swab. "Saat ini ada di Margono (sampel untuk swab). Lagi diproses, 100 orang. Paling dua tiga hari keluar," paparnya. https://radarbanyumas.co.id/kembali-ke-asrama-santri-wajib-dikarantina-di-ponpes-tanbihul-ghofilin-mantrianom/ Jika hasil swab sudah keluar dan dinyatakan negatif, maka yang bersangkutan dikembalikan ke rumah agar menjalani karantina mandiri. "Positif rapid antigen belum tentu positif swab. Positif rapid antigen belum tentu positif covid-19. Kalau positif swab pasti (positif Covid-19)," ungkapnya. Dia menjelaskan, dari 100 orang yang dikarantina, tidak ada yang bergejala. "Kita ini selalu waspada dengan adanya covid-19. Kalau dapat informasi ya tracking, bertanggung jawab sepenuhnya," tandasnya. Terhadap santri yang dikarantina, Budhi menuturkan, pihaknya memberikan bantuan nutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. "Dari saya pribadi, saya berikan susu dan madu. Saya kirim vitamin C, mencukupi untuk semua," lanjutnya. (drn)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: