Banner v.2

Warga Korban Longsor Majatengah Tempati Relokasi

Warga Korban Longsor Majatengah Tempati Relokasi

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono meletakan batu pertama jalan lingkungan menuju Dukuh Sida Makmur, Selasa (29/9). BANJARNEGARA – Warga Desa Majatengah Kecamatan Banjarmangu yang menjadi korban tanah bergerak kini telah menempati hunian relokasi. Hunian baru yang dinamai Dukuh Sido Makmur ini diresmikan oleh Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Selasa (29/9). Total ada 12 Kepala Keluarga (KK) yang menempati hunian ini. Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan peletakan batu pertama jalan lingkungan oleh Bupati Budhi Sarwono. “Bismillah, relokasi ini saya beri nama Dukuh Sida Makmur. Mengandung makna dan doa semoga wargaku di Dukuh Sida Makmur ini bisa hidup makmur, aman, nyaman, mberkaih, mbetaih jauh dari mara bahaya dan bencana. Semoga aktivitas rakyatku kembali normal, bisa bertani dan berusaha dengan lancar,” kata Budhi Sarwono. https://radarbanyumas.co.id/jumlah-desa-kesulitan-air-bersih-tambah-di-purbalingga-70-desa-di-15-kecamatan-rawan-tanah-longsor/ Budhi mengajak warga untuk memulai kehidupan dalam lembaran baru, dengan menjaga lingkungan, tanaman serta merawat persaudaraan dan kedamaian. Ujian dan bencana, katanya, tak bisa dihindari karena sudah kepastian dari Sang Maha Pencipta. Kades Majatengah Sarno mengatakan atas nama warga desa khususnya yang terdampak bencana mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah dalam membangun relokasi bagi KK yang terdampak bencana tanah bergerak. “Alhamdulillah, rumah warga kami yang terdampak kini sudah baru. Semoga aman, nyaman, tidak khawatir kalau sedang tidur,” ungkapnya. Pada kesempatan tersebut, Sarno juga mengucapkan terima kasih atas pembangunan di desanya yang dilakukan pemerintah daerah. "Untuk pembagunan jalan desa kami sudah bagus, tinggal menunggu jalur Beji - Slatri yang rencananya selesai akhir November,” paparnya. Kepala BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto mengatakan BPBD Banjarnegara melaksanakan instruksi bupati dalam mengurus proses relokasi di desa tersebut. Dikatakan, pemilihan lokasi yang diberi nama Dukuh Sido Makmur, setelah melalui kajian dari tim ahli. “Lokasi ini hasil kajian tim ahli dari BPBD Propinsi dan Kabupaten serta ahli geologi, Insyaallah tanah di sini aman, stabil dan tidak bergerak,” ujarnya. Salah satu warga Sumarto mengatakan sangat gembira dengan hunian yang sudah lama dinantikan jadi. “Alhamdulillah rumahnya sekarang bisa ditempati. Meski sederhana, saya merasa ada harapan baru. Sekarang kami sudah punya rumah, jalan, dan kampung yang baru,” kata Sunarto. (drn/)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: