Banner v.2

Pilkada Banjarnegara Dimungkinkan Digelar 2024

Pilkada Banjarnegara Dimungkinkan Digelar 2024

Sosialisasi data pemilih berkelanjutan di Kantor KPU Banjarnegara, Rabu (17/6). BANJARNEGARA - Hingga kini KPU belum bisa memastikan kapan Pilkada di Banjarnegara akan dilaksanakan. Pelaksanaan Pilkada untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Banjarnegara ada kemungkinan dilaksanakan tahun 2022 atau 2024. Komisioner KPU Banjarnegara Divisi Data dan Informasi Uji Saroso mengatakan sesuai aturan akan ada Pilkada serentak untuk kepala daerah yang masa jabatannya berakhir tahun 2022, dilaksanakan tahun 2024. "Kita tetap masih berpedoman pada itu, meskipun ada usulan untuk memajukan atau mengembalikan Pilkada tahun 2024 ke tahun 2022," kata dia kepada wartawan saat sosialisasi data pemilih berkelanjutan di Kantor KPU Banjarnegara, Rabu (17/6). Belum adanya kepastian ini, membuat KPU Banjarnegara melakukan perencanaan anggaran jika Pilkada dilaksanakan tahun 2022 dan 2024. "Ada intruksi untuk merencanakan anggaran untuk kegiatan Pilkada tahun 2024, yang mana juga kami mempersiapkan seandainya diajukan tahun 2022. kita koordinasi dengan Disdukcapil, kami sudah minta data estimasi jumlah pemilih atau penduduk yang sudah berusia 17 tahun pada 2022 dan 2024," jelasnya. Prediksi jumlah pemilih ini sebagai dasar penyusunan RAB untuk Pilkada kedepan. "Berkaitan dengan jumlah TPS, panitia adhoc, petugas keamanan dan logistik," jelasnya. Dia mengatakan selama tiga bulan kami melaksanakan pleno, ada tambahan jumlah pemilih dari DPT Pemilu 2019. "Dari jumlah pemilih 784.170 pemilih menjadi 786.084 pemilih, ada kenaikan. Data ini kami peroleh data dengan Dindukcapil Kabupaten dan peran aktif masukan masyarakat ke KPU Banjarnegara," paparnya. Pemutakhiran data ini dilaksanakan secara berkelanjutan agar nantinya pada saat melaksanakan Pilkada menjadi data yang valid. Dia mengatakan untuk perencanaan anggaran dibuat tanpa kondisi pandemi. "Sesuai kondisi normal seperti pada Pemilu sebelumnya. Kami belum bisa menyebut total nominalnya berapa, karena proses masih berjalan," lanjutnya. (drn)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: