Banner v.2

Warga Dawuhan Lakukan Germasur Bujel

Warga Dawuhan Lakukan Germasur Bujel

ANTISIPASI: Warga RT 2 RW 2 Dusun/Desa Dawuhan Kecamatan Madukara melakukan gerakan menjemur kasur untuk mencegah penularan penyakit, Jumat (1/11).DARNO/RADARMAS Guna Mencegah Wabah Gatal BANJARNEGARA - Warga Desa Dawuhan Kecamatan Madukara ramai-ramai melakukan gerakan menjemur kasur dan membuka jendela, Jumat (1/11). Warga menjemur kasur di halaman rumahnya masing-masing. Gerakan ini dilakukan karena ada warga yang terjangkit gatal-gatal kronis. Germasur Bujel (Gerakan Meme Kasur dan Buka Jendela) ini bertujuan untuk mencegah agar gatal-gatal tidak mewabah ke warga yang lain. Seorang warga Yuliatun mengatakan gerakan ini dilakukan karena ada warga yang terkena gatal. "Satu orang yang terkena penyakit gatal parah, hingga sekujur tubuhnya," paparnya. Dia berharap dengan gerakan menjemur kasur secara serentak ini bisa mencegah penularan penyakit kulit. "Tujuannya untuk mencegah penularan penyakit gatal-gatal pada kulit. Biar warga yang lain tidak tertular," kata dia. Yuliatun mengatakan gerakan ini dilakukan oleh warga RT 2 RW 2 Dusun/Desa Dawuhan Kecamatan Madukara. "Ini baru pertama kalinya dilaksanakan. Rencananya gerakan menjemur kasur ini akan dilakukan secara rutin," paparnya. Warga lainnya Satinah mengatakan gerakan menjemur kasur ini bertujuan untuk mencegah warga tertular penyakit kulit. "Demi kesehatan. Tidak hanya menjemur kasur, tapi warga juga diminta membuka jendela agar sirkulasiudara menjadi lancar," paparnya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara dr Ahmad Setiawan mengatakan gerakan menjemur kasur ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit scabies atau gudig. "Scabies itu penyebabnya dari kuman," paparnya. Penyakit ini mudah menyebar karena kontak fisik misal tangan atau menyentuh benda yang sudah terpapar kuman scabies. "Makanya dijemur, tidak hanya kasur tapi alas lain seperti karpet dan bantal," paparnya. Kepala Puskesmas Madukara 2 Herlina mengatakan gerakan ini dilakukan karena ada kasus warga yang terserang gatal-gatal di seluruh tubuh. Menurut dia, dari hasil penyelidikan lingkungan keadaan sanitasi rumah penderita sangat buruk. Sebab kandang ayam menyatu dengan rumah tinggal, bahkan satu pintu dengan kamar. Dia mengatakan sakit gatal-gatal yang dialami SS didiagnosis sebagai psoriasis. Sedangkan ibunya didiagnosis terkena exim dan scabies. Sebelumnya satu keluarga yang berjumlah delapan orang terserang gatal-gatal. Setelah diobati kini, enam orang telah sembuh. Namun masih ada dua orang yang terkena gatal-gatal kronis dan kini masih dalam penyembuhan. Kondisi ini menimbulkan keresahan dari warga sekitar. Mereka khawatir penyakit gatal-gatal tersebut menular ke warga lainnya. "Makanya kami dari Puskesmas Madukara 2 berusaha memberikan pendidikan kesehatan bagi keluarga tersebut dan wargapun tergerak juga untuk bersih-bersih lingkungan agar tidak mewabah," lanjutnya. (drn)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: