Peringatan Hari Banjarnegara Jadi Dirubah
RAKOR HARI JADI : Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin meminpin rapat koordinasi sosialisasi dan peringatan Hari Jadi Banjarnegara di Setda Banjarnegara, Senin (12/8).ISTIMEWA
BANJARNEGARA - Pada 22 Agustus 2019, tidak dilakukan peringatan Hari Jadi Banjarnegara seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebab peringatan Hari Jadi, dirubah menjadi 26 Februari dan diperingati mulai tahun depan.
"Peringatan hari jadi Banjarnegara yang diubah dan diperingati mulai 26 Februari 2020, harus mampu mengangkat nilai sejarah dan juga spirit nasionalisme," kata Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin ketika meminpin rapat koordinasi sosialisasi dan peringatan Hari Jadi Banjarnegara di aula Setda Banjarnegara, Senin (12/8).
Menurut Syamsudin, perubahan Hari Jadi bukan perkara kecil. Melainkan prestasi besar dimana hal terpenting yang dicapai adalah munculnya kesadaran sejarah masyarakat Banjarnegara. Sehingga perlu sosialisasi agar masyarakat paham makna yang ada pada Hari Jadi yang baru. Sehingga nilai-nilai sejarah yang luhur didalamnya mampu diadopsi untuk menghadapi masa depan.
Ketua Pansus Perubahan Hari Jadi Banjarnegara Agus Junaidi mengatakan pihaknya telah menyiapkan candra sengkala baru yang menunjukkan angka tahun Saka berdirinya Banjarnegara. Menurut dia, jika dihitung berdasarkan tahun Saka, maka Banjarnegara lahir tahun 1493 Saka atau tahun 1571 Masehi. "Saya ingin agar Wani Memetri Rahayuning Praja diubah menjadi Katon Luhur Pakartining Nalendro," ujarnya. Maknanya cukup dalam, mengadopsi kisah Jaka Kaiman yang membagi kekuasaan yang dimilikinya menjadi empat wilayah. Salah satunya Banjar Petambakan yang menjadi cikal bakal Kabupaten Banjarnegara.
Menurut dia, pembagian wilayah ini merupakan kebijakan sangat luhur dan patut ditiru pada zaman manapun, agar tidak serakah terhadap kekuasaan.
Pj Kepala Desa Banjarkulon Widhy Anggoro Asih meminta agar paling tidak di tahun ini Pemkab tidak begitu saja meninggalkan Hari Jadi yang biasanya diperingati 22 Agustus. "Rasanya kami kehilangan karena biasanya puncak Hari Jadi diperingati setiap 22 Agustus dan prosesi boyongan dari Banjar Kulon ke Banjarnegara. Maka tahun ini harapannya ada kegiatan sosialisasi hari jadi baru di Banjar Kulon, agar masyarakat tidak kaget," pintanya.
Menanggapi permintaan ini, Sekda Indarto dan Kepala Dinparbud Banjarnegara Dwi Suryanto menyanggupinya. Pada malam sebelum 22 Agustus, akan dilaksanakan sarasehan di Pendapa Banjar Kulon untuk mensosialisasikan tentang perubahan Hari Jadi. Tujuannya agar masyarakat paham, mengapa Hari Jadi berubah. Sedangkan paginya, di Pendapa Dipayudha akan digelar sarasehan budaya untuk menyerap aspirasi masyarakat tentang konsep Hari Jadi agar memiliki unsur nilai historis, meriah dan dapat dijadikan sebagai destinasi wisata yang mendunia.(drn)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

