Puso, Tanaman Padi Dibabat untuk Pakan Ternak
KERING : Petani di Desa Kedawung Kecamatan Susukan membabat tanaman padi yang mulai mengering untuk pakan ternak, Sabtu (27/8). DARNO/RADARMAS
BANJARNEGARA - Petani di Desa Kedawung Kecamatan Susukan memilih membabat tanaman padinya untuk pakan ternak. Musim kemarau yang datang lebih awal, membuat tanaman padi kekurangan air. Sehingga sawah menjadi retak-retak.
Seorang petani asal Desa Kedawung Kecamatan Susukan Sanmurji mengatakan di desanya hujan tidak turun sejak tiga bulan yang lalu. "Tanamannya sudah usia tiga bulan. Seharusnya kalau ada hujan, bisa panen. Tapi karena kekeringan, tanaman tidak bisa tumbuh," kata dia ditemui di sawah, Sabtu (28/7).
Dia mengatakan penyebab tanaman gagal panen karena tidak turun hujan dan di sekitar lokasi tidak ada air yang bisa disedot. "Gimana tanaman bisa tumbuh, air tidak ada. Bahkan tanahnya sampai retak-retak begini," ungkapnya.
Sehingga tanaman padi yang mulai mengering, dibabat untuk pakan ternak. "Kalau sapi si mau makan. Tapi saya peliharanya kambing, siapa tahu mau makan," ujarnya. Lahan yang gagal panen ini, luasnya 50 ubin. Kerugian yang diderita akibat gagal panen antara lain untuk biaya traktor Rp 200 ribu. Sedangkan kerugian lain tenaga, pupuk dan bibit.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara Totok Setya Winarna mengatakan area persawahan di Kecamatan Susukan banyak yang tadah hujan. Ketika tidak hujan selama beberapa bulan, maka terancam gagal panen. "Musim tanamnya mundur, padahal musim kemaraunya lebih awal. Sehingga sawah tadah hujan kekurangan air dan sampai ada yang puso," ungkapnya. (drn)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

