Banner v.2

Ditemukan Beras Berkutu Dewan Banjarnegara Sidak Gudang Bulog

Ditemukan Beras Berkutu Dewan Banjarnegara Sidak Gudang Bulog

BANJARNEGARA - Mendapatkan keluhan mengenai kualitas beras sejahtera (Rastra), Komisi II DPRD Banjarnegara melakukan sidak ke Gudang Bulog Purwanegara, Kamis (4/5). Sidak ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi beras yang disimpan di gudang Bulog. Ketua Komisi II DPRD Banjarnegara, Djarkasi mengatakan, keluhan ini disampaikan oleh warga Desa Giritirta Kecamatan Pejawaran dan Desa Wanacipta Kecamatan Sigaluh. SIDAK : Komisi II DPRD Banjarnegara melakukan sidak ke Gudang Bulog Purwanegara, kemarin. (Darno Radarmas) Mendapat keluhan dari warga Giritirta dia datang langsung ke rumah warga untuk mengambil sampel rastra yang dikeluhkan. Sedangkan di Wanacipta, disampaikan saat wakil rakyat Saba Desa di Desa Bandingan Kecamatan Sigaluh, Selasa (2/5). "Walaupun tidak semuanya berkualitas buruk, namun adanya aduan dari masyarakat kewajiban kita untuk menindaklanjutri," kata dia. Dari sidak ini diketahui ada tiga kualitas beras yang disimpan di gudang. Pertama berkualitas bagus karena baru masuk gudang. Ciri-cirinya berbau segar, tidak pecah, dan berwarna putih. Kedua yaitu beras berkualitas sedang. Beras ini merupakan beras yang telah dilakukan proses ulang untuk membersihkan kutu dan kotoran yang menempel pada permukaan beras. Dilihat dari warnanya cukup bagus dan sedikit berbau apek. Namun masih layak dikonsumsi. Sedangkan beras kualitas ketiga merupakan beras yang mengandung kutu dan warnanya kekuningan serta berbau apek. Beras kualitas ketiga ini akan diproses ulang untuk membersihkan kotoran sekaligus mematikan kutu beras. Berbeda dengan beras di Giritirta dan Wanacipta, beras yang didistribusikan ke Desa Kedawung Kecamatan Susukan berkualitas bagus. "Kalau sekarang berasnya layak. Tidak ada yang komplain ke kita," kata Kades Kedawung, Imam Subandi. Menanggapi adanya keluhan masyarakat, Juru Timbang Gudang Bulog Purwanegara , Sofyan Affandi mengatakan, pihaknya akan lebih selektif. Sebelum rastra disalurkan, akan disortasi terlebih dahulu. Jika ditemukan beras yang berkutu ataupun berbau apek, akan diproses ulang. Namun jika tetap kurang layak, akan diusulkan untuk diturunkan mutunya. Sehingga nantinya beras tersebut tidak didistribusikan. (drn/din)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: